BOPPJ bersama Wali Kota Serang Suhajar menilai perlindungan Pantura Jawa menjadi prioritas nasional karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia.
Ia menyebut kawasan industri di sepanjang Pantura Jawa menyumbang hampir 28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau lebih dari Rp7.000 triliun setiap tahun.
Karena itu, pemerintah pusat memasukkan perlindungan Pantura Jawa sebagai program strategis nasional yang membentang dari wilayah Serang hingga Gresik.
Dalam kunjungan ke Kota Serang, BOPPJ meninjau langsung wilayah pesisir Kecamatan Kasemen yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri di tata ruang daerah.
“Nah, wilayah Kota Serang yang berada di pantai utaranya adalah Kecamatan Kasemen. Yang kebetulan dalam tata ruang Pak Wali Kota ini akan dijadikan sebagai kawasan industri dan sudah mulai jalan,” jelas Suhajar.
Ia mengatakan konsep perlindungan pesisir yang disiapkan pemerintah pusat akan disesuaikan dengan kondisi tiap wilayah.
Untuk kawasan yang mengalami abrasi berat akan disiapkan tanggul laut, sedangkan wilayah yang masih memiliki mangrove baik akan dipertahankan sebagai pelindung alami pesisir.
“Mangrove yang masih bagus pasti akan dipertahankan untuk membantu kita menahan abrasi,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada perlindungan pesisir, pemerintah pusat juga membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi baru di Kota Serang.
Suhajar menyebut pemerintah siap mendukung melalui regulasi hingga pembahasan lintas kementerian apabila kawasan tersebut berkembang menjadi kawasan khusus berbasis industri dan investasi.