Heboh Pasien BPJS Tipes Ditolak Rawat Inap di RSUD Labuan, Keluarga Pulang dengan Air Mata

Kilas Banten
24 Mei 2026 05:00
3 menit membaca

 

“Dari RS Aulia katanya penuh juga, akhirnya kami bawa ke RSUD Labuan,” katanya.

 

Sekitar pukul 11.45 WIB, Suheri tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Labuan dengan membawa hasil laboratorium dari Puskesmas Saketi sebagai bahan pemeriksaan awal.

 

Setibanya di IGD, tenaga medis disebut sempat menyampaikan bahwa pasien memang perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut. Petugas rumah sakit kemudian melakukan sejumlah tindakan medis kepada pasien.

 

Pihak rumah sakit memasang infus, mengambil sampel darah, serta melakukan pemeriksaan rontgen untuk memastikan kondisi pasien.

 

Namun setelah menunggu selama beberapa jam di ruang IGD, keluarga justru menerima informasi bahwa pasien diperbolehkan pulang dan tidak menjalani rawat inap.

Baca Juga  Cara Mudah Urus SKCK di Polres Pandeglang, Syarat, Prosedur, dan Layanan Online Terbaru

 

“Tadinya perawat bilang harus dirawat. Tapi setelah nunggu lama, saya tanya lagi kelanjutannya bagaimana, malah dijawab dipulangkan saja,” kata Siti.

 

Keputusan tersebut membuat keluarga kecewa. Mereka menilai kondisi Suheri masih lemah dan membutuhkan pengawasan medis secara intensif.

 

Siti mengungkapkan pihak rumah sakit hanya menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium dan rontgen pasien dalam kondisi baik. Namun keluarga tidak mendapatkan penjelasan rinci terkait hasil pemeriksaan tersebut.

 

“Hasil lab dan rontgennya katanya bagus, tapi kami tidak dijelaskan detail hasilnya. Setelah itu disuruh menunggu obat untuk pulang,” ujarnya.

 

Hingga kini, Suheri disebut masih menjalani perawatan di rumah dengan kondisi tubuh yang belum stabil. Demam tinggi juga masih dialami pasien.