Pasien BPJS Diduga Ditolak Rawat Inap, Rumah Orang Tua Digerebek Nakes RSUD Labuan, DPRD Banten Turun Tangan

Kilas Banten
24 Mei 2026 12:00
4 menit membaca

 

“Ibu kebingungan, kaget, dan bertanya-tanya ada apa,” ujar Siti.

 

Siti menuturkan, mertuanya tidak mengetahui persoalan yang sedang ramai dibicarakan terkait dugaan penolakan pasien BPJS. Sebab, Suheri tinggal bersama istrinya di lokasi berbeda.

 

Ia menduga kedatangan tenaga kesehatan itu berkaitan dengan pemberitaan yang sudah menyebar luas mengenai pelayanan RSUD Labuan terhadap pasien BPJS.

 

“Menurut informasi yang diterima keluarga, mereka datang untuk klarifikasi soal pemberitaan penolakan rawat inap,” katanya.

 

Sementara itu, pihak RSUD Labuan membantah melakukan intimidasi terhadap keluarga pasien. Humas RSUD Labuan, Ida Komala, menyebut kedatangannya murni untuk bersilaturahmi dan memastikan kondisi pasien.

Baca Juga  Ulama di Garis Depan Sejarah: Jejak Berani KH Ahmad Aminudin Ibrahim Melahirkan Provinsi Banten

 

“Saya ke sana hanya untuk melihat kondisi pasien dan menyampaikan kronologis medisnya,” kata Ida.

 

Ia juga menegaskan tidak ada unsur tekanan maupun intimidasi kepada ibu pasien saat kunjungan berlangsung.

 

“Tidak ada intimidasi maupun membuat ibu pasien panik,” ujarnya.

 

Ida mengakui saat itu pasien dan istrinya memang tidak berada di rumah orang tua Suheri. Karena itu, pihak rumah sakit memutuskan kembali setelah berbincang singkat dengan ibu pasien.

 

“Ibu pasien menyambut dengan baik. Kami hanya mengobrol sebentar lalu pulang karena pasien dan istrinya tidak ada di rumah,” katanya.

 

Kasus ini kini mendapat perhatian dari Komisi V DPRD Banten. Anggota Komisi V DPRD Banten, Abraham Garuda Laksono, memastikan pihaknya akan memanggil manajemen RSUD Labuan untuk meminta klarifikasi terkait dugaan penolakan pasien BPJS tersebut.