Guru Besar dan Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom
Perubahan hati Tsumamah menunjukkan kekuatan tarbiyah Rasulullah. Nabi tidak menaklukkan manusia dengan pedang, melainkan dengan akhlak. Beliau memahami bahwa hati manusia dapat luluh oleh kasih sayang dan penghormatan.
Setelah memeluk Islam, Tsumamah tidak setengah-setengah dalam membela agama Allah. Ia menggunakan pengaruh dan kekuasaannya untuk mendukung kaum Muslimin. Bahkan ia pernah memblokade pasokan gandum ke Makkah hingga kaum Quraisy mengalami kesulitan besar.
Namun ketika mereka meminta bantuan kepada Rasulullah SAW, Nabi justru memerintahkan Tsumamah untuk membuka kembali jalur makanan bagi mereka. Sekali lagi, Islam mengajarkan rahmat, bukan kebencian.
*) Opini ini ditulis oleh M. Ishom el Saha, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
**) Segala bentuk tanggungjawab atas tulisan tersebut adalah mutlak dari penulis bukan dari Redaksi Kilas Banten.