Relawan PT Chandra Asri Pacific Tbk bersama mahasiswa BEM UNTIRTA mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah saat kegiatan Operasi Semut Vol.12 di kawasan Car Free Day Alun-Alun Kota Serang.KILAS BANTEN – Kawasan Car Free Day (CFD) Alun-Alun Kota Serang mendadak menjadi pusat edukasi lingkungan. PT Chandra Asri Pacific Tbk melalui Kampanye Indonesia Asri menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (BEM UNTIRTA) menggelar Aksi Asri Operasi Semut Vol.12 sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026 itu merupakan bagian dari program Jejak Asri On The Move. Program tersebut dirancang untuk memperluas edukasi mengenai gaya hidup berkelanjutan sekaligus mengajak masyarakat mengambil peran nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sebanyak 30 relawan yang berasal dari mahasiswa dan komunitas peduli lingkungan terjun langsung ke area CFD. Mereka menyapa para pengunjung sambil memberikan pemahaman mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik. Edukasi dilakukan secara langsung agar masyarakat dapat memahami pentingnya pemilahan sampah sebelum masuk ke proses pengelolaan.
Para relawan juga mengajak masyarakat membiasakan diri membuang sampah sesuai jenisnya. Langkah sederhana tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap efektivitas pengelolaan sampah dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih serta sehat.
Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, mengatakan Kampanye Indonesia Asri terus memperluas jangkauan edukasi melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
“Melalui Jejak Asri On The Move, Kampanye Indonesia Asri terus memperluas edukasi mengenai gaya hidup berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Bersama BEM UNTIRTA, kami ingin menghadirkan ruang partisipasi yang lebih dekat dengan masyarakat agar semakin banyak orang dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Chrysanthi dalam keterangannya, Senin, 15 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan sederhana. Salah satu langkah yang dinilai paling efektif ialah membiasakan masyarakat memilah sampah sejak pertama kali sampah dihasilkan, baik di rumah maupun di tempat aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diyakini mampu memperluas penyebaran informasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar sekaligus mendorong masyarakat melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.
Sementara itu, Ketua BEM KBM UNTIRTA, Muhamad Ridam, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi tersebut. Ia menilai kegiatan Operasi Semut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah.
“Kami mengapresiasi kesempatan yang diberikan untuk berkontribusi dalam gerakan yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga mendorong aksi nyata. Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mulai memilah sampah dan mengambil peran dalam menjaga lingkungan,” kata Ridam.
Kolaborasi antara sektor industri dan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah penting dalam membangun budaya peduli lingkungan. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Melalui pendekatan edukatif di ruang publik seperti Car Free Day, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih mudah mengenai manfaat memilah sampah. Kebiasaan sederhana ini diharapkan mampu menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari sehingga volume sampah yang dapat didaur ulang semakin meningkat.
Aksi Asri Operasi Semut Vol.12 juga menjadi bukti bahwa gerakan kolaboratif mampu membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat, harapan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Serang maupun wilayah Banten diyakini akan semakin mudah diwujudkan.***