Banten

Lima Profesor Baru UIN Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Dongkrak Kampus Menuju Kelas Dunia

×

Lima Profesor Baru UIN Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Dongkrak Kampus Menuju Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini
Rektor UIN SMH Banten bersama lima guru besar baru usai prosesi pengukuhan dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-64 di Auditorium Gedung Rektorat, Kamis (15/10/2026).
Rektor UIN SMH Banten bersama lima guru besar baru usai prosesi pengukuhan dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-64 di Auditorium Gedung Rektorat, Kamis (15/10/2026).

KILAS BANTEN – UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten kembali memperkuat kualitas akademiknya dengan mengukuhkan lima guru besar baru. Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke 64 di Auditorium Gedung Rektorat, Kamis (15/10/2026).

Penambahan lima profesor tersebut menjadi langkah penting bagi UIN SMH Banten dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus mempercepat target menjadi perguruan tinggi bereputasi internasional pada 2045.

Acara itu dihadiri Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, perwakilan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, jajaran senat universitas, unsur TNI-Polri, pimpinan instansi pemerintah, serta tokoh masyarakat.

Lima akademisi yang resmi menyandang gelar profesor berasal dari berbagai bidang keilmuan. Mereka adalah Prof. Dr. Wazin, M.Si. pada bidang Hukum Ekonomi dan Teknologi Keuangan, Prof. Dr. Hj. Eneng Muslihah, Ph.D. pada bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Nana Jumhana, M.Ag. pada bidang Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Prof. Dr. Badruddin, M.Ag. pada bidang Pendidikan Tasawuf, serta Prof. Dr. Hj. Iin Ratna Sumirat, S.H., M.Hum. pada bidang Ilmu Hukum Otonomi Daerah.

Rektor UIN SMH Banten Prof. Muhammad Ishom menegaskan bahwa penambahan guru besar bukan sekadar pencapaian akademik. Menurutnya, para profesor baru harus mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Guru besar yang lahir dari UIN Banten tidak hanya luas dalam aspek teoritis saja, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan masyarakat,” ujar Prof Muhammad Ishom.

Ia menjelaskan, kepakaran Prof. Wazin dibutuhkan untuk menjawab tantangan ekonomi digital. Sementara Prof. Nana Jumhana diharapkan memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Arab yang menjadi fondasi pendidikan pesantren. Di sisi lain, Prof. Badruddin dinilai mampu menghadirkan pendekatan tasawuf dalam menjawab berbagai persoalan sosial, termasuk meningkatnya angka perceraian.

Baca Juga  Kongres ke V BEM Banten Bersatu, Untirta Terpilih Sebagai Kordum Mahasiswa

Prof. Eneng Muslihah diproyeksikan memperkuat kepemimpinan kepala sekolah dan madrasah, termasuk mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara Prof. Iin Ratna Sumirat diharapkan berkontribusi dalam penyusunan regulasi daerah yang berlandaskan nilai-nilai Kesultanan Banten Darussalam guna memperkuat toleransi dan kerukunan.

Dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar di UIN SMH Banten kini mencapai 30 orang. Kampus menargetkan jumlah itu bertambah menjadi 60 profesor dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Untuk mempercepat pencapaian tersebut, UIN SMH Banten berharap adanya dukungan Pemerintah Provinsi Banten melalui pendanaan riset pembangunan daerah senilai Rp100 juta untuk setiap proyek penelitian. Dukungan itu dinilai penting guna meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi internasional yang menjadi salah satu syarat pengembangan karier akademik.

Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Aziz Hakim, mengapresiasi lahirnya lima profesor baru. Ia menegaskan bahwa jabatan guru besar membawa tanggung jawab besar dalam menjaga integritas, etika, budaya akademik, serta menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konsisten.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah berharap para guru besar mampu melahirkan inovasi yang berdampak bagi pembangunan daerah. Ia optimistis penambahan profesor akan memperkuat daya saing UIN SMH Banten di tingkat global, memperluas kerja sama internasional, menarik mahasiswa asing, sekaligus melahirkan generasi intelektual yang meneruskan warisan keilmuan ulama besar Banten, Syekh Nawawi Al-Bantani.***