Festival Keceran Tjimande 2024KILAS BANTEN – Kesti Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) baru saja menggelar Festival Keceran Tjimande Tingkat Nasional untuk memperingati Milad ke-72 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW.
Acara ini diadakan di Alun-alun Barat Kota Serang, Selasa malam, 1 Oktober 2024, dan menjadi salah satu perayaan yang penuh makna bagi komunitas pencak silat Indonesia.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kesti TTKKDH, Wahyu Nurjamil, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kesti TTKKDH telah berkembang pesat sejak didirikan, dengan tetap mempertahankan ajaran Tjimande dan nilai-nilai Islam.
Organisasi ini kini semakin modern, menjadi role model bagi perguruan pencak silat lainnya di Indonesia.
“Ribuan orang hadir hari ini dengan penuh cinta dan kebanggaan terhadap Kesti TTKKDH. Kita dapat melihat bahwa Kesti TTKKDH sekarang menjadi contoh yang baik bagi peguron-peguron pencak silat lainnya,” ucap Wahyu, Kamis 3 Oktober 2024.
Selama perjalanannya, Kesti TTKKDH berhasil mencetak prestasi yang mengesankan. Organisasi ini telah melahirkan banyak atlet berprestasi di berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun regional.
Wahyu menambahkan, dalam 16 event yang diikuti, para atlet Kesti TTKKDH berhasil meraih 108 medali emas, 82 perak, dan 36 perunggu.
Fokus utama organisasi ini adalah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui prestasi anggotanya.
Festival Keceran Tjimande Tahun 2024 ini tak hanya diramaikan oleh para pengurus pusat Kesti TTKKDH, tetapi juga dihadiri perwakilan dari seluruh Indonesia.
Peserta dari berbagai daerah di Provinsi Banten turut meramaikan acara yang megah ini.
Acara ini juga mengusung tema “Dari Banten untuk Indonesia” sebagai bentuk penghormatan pada tanah kelahiran pencak silat tradisional Tjimande.
Salah satu pencapaian besar yang diraih dalam festival ini adalah keberhasilan memecahkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Ini merupakan kali ketiga berturut-turut Kesti TTKKDH meraih penghargaan dari MURI, dengan catatan prestasi melakukan urut Tjimande kepada 1.056 pesilat secara serentak.
Prestasi ini menambah kebanggaan tersendiri bagi komunitas pencak silat dan masyarakat Banten.
Tradisi Keceran, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari acara ini, juga digelar pada festival kali ini.
Keceran merupakan ritual tradisional yang dilakukan Kesti TTKKDH untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam tradisi ini, mata dan mulut para anggota ditetesi air khusus yang telah didoakan oleh para sesepuh, sebagai simbol keberkahan dan perlindungan.
Wahyu juga menekankan pentingnya menjaga tradisi sambil tetap berfokus pada pengembangan prestasi.
Ia berharap Kesti TTKKDH terus melahirkan anggota yang bukan hanya berprestasi di dunia pencak silat, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih, Kesti TTKKDH semakin menunjukkan bahwa pencak silat bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga menyangkut nilai-nilai budaya dan spiritualitas.
Festival Keceran Tjimande 2024 menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan prestasi bisa berjalan beriringan, membawa nama Indonesia semakin bersinar di kancah internasional.***
Tidak ada komentar