Gedung Perpustakaan Kabupaten Serang Siap Dibuka, Digadang Jadi Pusat Literasi Modern dan Inklusif di Banten

Kilas Banten
6 Jan 2026 19:27
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang memastikan pembangunan tahap awal Gedung Perpustakaan Kabupaten Serang telah selesai dan siap digunakan. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, dr. Rahmat Fitriadi, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Rampungnya pembangunan gedung ini menandai langkah penting Pemkab Serang dalam memperkuat budaya literasi masyarakat. Meski belum seluruh fasilitas pendukung tersedia, pemerintah memastikan gedung perpustakaan sudah dapat dioperasionalkan secara bertahap sambil terus dikembangkan.

“Alhamdulillah, pembangunan tahap awal Gedung Perpustakaan Kabupaten Serang sudah selesai. Gedung ini sudah bisa kita operasionalkan sambil terus kita sempurnakan agar fungsinya berjalan optimal,” ujar Rahmat.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah masih mempersiapkan sejumlah sarana penunjang. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah akses jalan menuju lokasi gedung. Rahmat mengakui perbaikan jalan masuk belum terakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Namun, pemerintah daerah telah menyetujui rencana perbaikan agar operasional perpustakaan dapat berjalan maksimal dan nyaman bagi pengunjung.

Menurut Rahmat, kehadiran gedung perpustakaan bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik. Lebih dari itu, perpustakaan dirancang sebagai pusat penguatan literasi masyarakat Kabupaten Serang yang inklusif dan menyentuh berbagai aspek kehidupan.

“Gedung ini hanya sarana. Yang terpenting adalah bagaimana kita menumbuhkan literasi masyarakat. Literasi yang inklusif dan mencakup seluruh aspek kehidupan,” katanya.

Rahmat menegaskan, konsep literasi yang akan dikembangkan tidak terbatas pada pendidikan formal dan kegiatan membaca buku. Perpustakaan akan difungsikan sebagai ruang belajar lintas sektor. Bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pengembangan media kreatif, inovasi, seni, dan budaya akan diintegrasikan dalam berbagai program kegiatan.

Gedung Perpustakaan Kabupaten Serang juga dirancang dengan kapasitas yang relatif besar dibandingkan perpustakaan daerah lainnya. Bangunan ini memiliki luas sekitar 1.866 meter persegi dan terdiri dari dua lantai. Masing-masing lantai memiliki luas sekitar 933 meter persegi. Dengan kapasitas tersebut, perpustakaan diharapkan mampu menampung beragam aktivitas literasi masyarakat.

Saat ini, DPKD Kabupaten Serang tengah menyusun konsep manajemen operasional agar seluruh ruang dapat dimanfaatkan secara efektif dan berkelanjutan.

“Kami sedang menyusun konsep operasionalnya. Tim di DPKD menyiapkan sistem pengelolaan perpustakaan ke depan agar ruang yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan, konsep utama yang akan diusung adalah hospitality atau keramahan layanan. Melalui pendekatan ini, perpustakaan diposisikan sebagai ruang publik yang ramah, terbuka, dan menjadi milik bersama seluruh elemen masyarakat.

“Perpustakaan ini harus menjadi milik kita bersama. Komunitas pers, pendidikan, kesehatan, seni, budaya, hingga masyarakat umum harus merasa memiliki,” jelasnya.

Rahmat juga menekankan peran strategis literasi dalam membangun peradaban dan mendorong perubahan sosial. Menurutnya, literasi tidak selalu identik dengan buku. Literasi bisa hadir melalui pengalaman, diskusi, cerita antargenerasi, hingga penggalian sejarah lokal Kabupaten Serang, Banten, dan Indonesia.

Ia berharap Gedung Perpustakaan Kabupaten Serang dapat menjadi ikon baru daerah sekaligus ruang berkumpul lintas generasi. Anak-anak, generasi Z, milenial, generasi X, hingga kelompok lanjut usia diharapkan dapat terakomodasi.

“Dengan pengaturan alur dan manajemen yang baik, meski luasnya terbatas, perpustakaan ini diharapkan mampu melayani masyarakat Kabupaten Serang yang jumlahnya sekitar 1,8 juta jiwa,” katanya.

Rahmat memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan perpustakaan sangat kuat. Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta sejumlah organisasi perangkat daerah telah menyatakan komitmen untuk menyukseskan operasional gedung tersebut.

“Nanti saat launching, kita akan hadir bersama-sama. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, kita bangun literasi Kabupaten Serang melalui gedung perpustakaan ini,” pungkasnya.