Damkar Kabupaten Serang Minim Armada, 28 Kecamatan Diterpa Bencana, Bupati Zakiyah Serukan Siaga Total

Kilas Banten
5 Mei 2026 06:00
Serang 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang menggelar peringatan tiga momentum penting dalam satu rangkaian acara pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan itu meliputi Hari Ulang Tahun ke-107 Pemadam Kebakaran, Hari Kesiapsiagaan Bencana, serta Hari Pendidikan Nasional. Upacara berlangsung di halaman Pendopo Bupati Serang dan dipimpin langsung oleh Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah.

 

Dalam amanatnya, Bupati yang akrab disapa Ratu Zakiyah itu menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus menjadi perhatian utama seluruh masyarakat. Ia menyebut kondisi wilayah Kabupaten Serang yang rawan bencana menuntut respons cepat dan pemahaman yang memadai dari semua pihak.

 

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni. Ini pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujar Ratu Zakiyah.

 

Ia mengajak masyarakat aktif mempelajari mitigasi bencana sebagai langkah awal mengurangi risiko. Menurutnya, kesiapan warga akan sangat menentukan dalam menekan dampak saat bencana terjadi.

 

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran. Ia menilai peran Damkar sangat vital dalam kondisi darurat, baik saat kebakaran maupun evakuasi warga terdampak bencana.

 

“Kami mengapresiasi keberanian dan dedikasi petugas Damkar yang selalu hadir di garis depan melindungi masyarakat,” kata Najib.

 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, petugas gabungan dari berbagai instansi menggelar simulasi penanganan bencana. Simulasi tersebut mencakup skenario gempa bumi dan kebakaran. Kegiatan ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, PSC 119 Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia, serta Taruna Siaga Bencana.

 

Bupati menilai simulasi berjalan lancar dan memberikan gambaran kesiapan lintas sektor. Meski demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan.

 

“Kami sudah mulai mengirim anggota BPBD untuk mengikuti pelatihan. Ke depan, program ini akan terus diperkuat,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Ratu Zakiyah menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya armada pemadam kebakaran. Saat ini, Kabupaten Serang hanya memiliki enam unit mobil Damkar untuk melayani 29 kecamatan. Jumlah tersebut dinilai jauh dari ideal.

 

“Kalau dibilang cukup, tentu belum. Kami akan kaji dan upayakan penambahan armada agar pelayanan lebih optimal,” katanya.

 

Ia juga membuka peluang penguatan kelembagaan Damkar agar dapat berdiri lebih mandiri. Menurutnya, tugas Damkar yang semakin kompleks membutuhkan struktur organisasi yang lebih fokus dan responsif.

 

“Damkar tidak hanya memadamkan api. Mereka juga terlibat dalam evakuasi dan berbagai kondisi darurat lainnya,” ujarnya.

 

Berdasarkan data awal tahun 2026, sebanyak 28 dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang tercatat terdampak bencana. Jenis bencana yang terjadi beragam, mulai dari banjir, longsor, hingga pergeseran tanah. Kondisi ini mempertegas tingginya tingkat kerawanan di wilayah tersebut.

 

Ratu Zakiyah menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia meminta masyarakat ikut berperan aktif dalam meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan.

 

“Masyarakat harus aktif mencari informasi dan belajar mitigasi. Ini tanggung jawab bersama,” katanya.

 

Ia juga mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kebencanaan. Informasi yang cepat dan tepat dinilai dapat membantu masyarakat mengambil langkah yang benar saat menghadapi situasi darurat.

 

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, Bupati turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Serang. Ia menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana.

 

“Kita harus terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar daerah ini semakin maju,” ujarnya.

 

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekretaris Daerah Zaldi Dhuhana, pejabat eselon II, perwakilan BUMD, Basarnas, BPBD Provinsi Banten, serta unsur swasta. Pada kesempatan itu, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada petugas Damkar berprestasi.

 

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para pemenang ajang O2SN dan FLS3N tingkat Kabupaten Serang tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap prestasi di bidang pendidikan.

 

Peringatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Serang menghadapi tantangan serius dalam hal kebencanaan. Kesiapsiagaan, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko di masa mendatang. Pemerintah berharap kesadaran kolektif masyarakat terus tumbuh agar dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.***