Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat, 8 Mei 2026.KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang menunjukkan kepedulian besar terhadap korban bencana alam di Pulau Sumatera. Melalui aksi kemanusiaan lintas elemen, Pemkab Serang menyalurkan bantuan senilai Rp1.190.177.500 untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, saat melakukan kunjungan kemanusiaan ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Jumat, 8 Mei 2026. Kehadiran rombongan Pemkab Serang disambut hangat warga setempat yang masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
Dalam sambutannya, Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah yang melanda sejumlah daerah di Sumatera. Ia menegaskan, bantuan yang dibawa bukan sekadar bentuk dukungan materi, tetapi juga simbol solidaritas masyarakat Kabupaten Serang kepada para korban.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Serang dan seluruh masyarakat Kabupaten Serang, kami menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah ini,” ujar Ratu Zakiyah dalam keterangannya, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan amanah masyarakat Kabupaten Serang yang dihimpun melalui gerakan solidaritas bersama. Penggalangan bantuan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Serang bersama berbagai unsur masyarakat dan dikoordinasikan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Serang.
“Kami hadir membawa amanah dan semangat persaudaraan dari masyarakat Kabupaten Serang. Kami ingin menyampaikan bahwa bapak dan ibu sekalian tidak sendiri,” katanya.
Kontribusi terbesar dalam aksi kemanusiaan ini berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Serang. Sebanyak 29 OPD berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp926.791.000. Selain bantuan tunai, OPD juga mengirimkan berbagai kebutuhan logistik seperti pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, hingga bahan makanan.
Tak hanya OPD, dukungan juga datang dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang. Total bantuan yang berhasil dihimpun kecamatan mencapai Rp124.132.000. Bantuan tersebut turut dilengkapi sembako dan mi instan untuk membantu kebutuhan harian warga terdampak.
Aksi solidaritas itu juga melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Tiga perusahaan daerah ikut ambil bagian, yakni Perumda Tirta Albantani, BPR Serang, dan Bank BJB KCK Banten. Ketiganya memberikan kontribusi total sebesar Rp70.800.000.
Selain pemerintah dan BUMD, sejumlah organisasi masyarakat dan organisasi keagamaan turut bergerak membantu korban bencana. Di antaranya FKDT, PCNU, Muslimat NU, Lazis NU, BKPRMI, Badko TPQ, TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, KNPI, Himawar, hingga Ikatan Mahasiswa Kramatwatu.
Total bantuan dari organisasi masyarakat tersebut mencapai Rp68.384.000. Keterlibatan banyak pihak dinilai menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial masyarakat Kabupaten Serang terhadap korban bencana alam di Sumatera.
Bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan melalui kunjungan langsung maupun transfer ke rekening resmi pemerintah daerah penerima. Wilayah penerima bantuan meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Tanah Datar, hingga Tapanuli Tengah.
Ratu Zakiyah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang saat ini masih dalam proses pemulihan pascabencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak dan menjadi penyemangat bahwa masih banyak saudara sebangsa yang peduli dan siap membantu,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang telah membantu proses distribusi bantuan sehingga berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang atas penerimaan yang hangat serta koordinasi yang sangat baik,” tuturnya.
Di akhir kunjungannya, Bupati Serang mengajak masyarakat tetap kuat menghadapi cobaan dan optimistis kondisi daerah terdampak segera pulih.
“Kami optimistis kondisi di wilayah ini dapat segera pulih dan denyut kehidupan masyarakat kembali berjalan normal,” pungkasnya.
Aksi kemanusiaan yang melibatkan pemerintah, BUMD, organisasi masyarakat, hingga mahasiswa tersebut menjadi gambaran kuatnya budaya gotong royong di tengah masyarakat. Solidaritas lintas elemen dinilai menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatera.***