Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas memberikan imbauan keselamatan mudik kepada warga di Masjid Jami’ Al-Barokah, Pelamunan, Kramatwatu, Senin, 16 Maret 2026KILAS BANTEN – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan sebelum dan selama perjalanan pulang kampung.
Imbauan tersebut disampaikan saat kegiatan di Masjid Jami’ Al-Barokah, Pelamunan, Kramatwatu, Senin, 16 Maret 2026. Ia menekankan bahwa mudik bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momen berisiko tinggi jika tidak dipersiapkan dengan baik.
Najib membuka pesannya dengan ucapan selamat Idulfitri kepada masyarakat Kabupaten Serang yang akan bepergian ke kampung halaman. Namun ia langsung mengingatkan agar warga memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan.
“Bagi yang mudik, pertama pastikan rumah dalam kondisi aman,” ujarnya.
Ia meminta warga memeriksa instalasi listrik dan memastikan tidak ada peralatan elektronik yang masih terhubung dengan arus listrik. Setrika, kompor listrik, maupun perangkat lain harus dicabut guna mencegah potensi kebakaran.
Menurutnya, banyak insiden kebakaran rumah terjadi saat pemilik sedang bepergian jauh akibat kelalaian sederhana yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal.
Selain pengamanan rumah, Najib juga menekankan pentingnya koordinasi dengan lingkungan sekitar. Warga diminta melapor kepada ketua RT atau aparat setempat sebelum berangkat mudik.
“Izin ke RT setempat bahwa akan mudik supaya kondisi tetap aman,” katanya.
Langkah tersebut dinilai penting agar lingkungan dapat melakukan pemantauan terhadap rumah kosong serta mencegah tindak kriminal selama pemilik tidak berada di tempat.
Imbauan berikutnya berkaitan dengan keselamatan di jalan. Najib meminta pemudik mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta tidak memaksakan perjalanan ketika kelelahan.
Ia menegaskan kecelakaan lalu lintas saat mudik sering dipicu kelelahan dan kurang konsentrasi. Karena itu, pemudik dianjurkan beristirahat secara berkala di rest area atau lokasi yang aman.
“Jaga keselamatan di jalan, taati rambu-rambu, dan jaga kesehatan,” ujarnya.
Najib juga mengingatkan pentingnya komunikasi dengan keluarga selama perjalanan. Informasi mengenai lokasi dan kondisi terkini dapat membantu keluarga memantau keselamatan pemudik sekaligus memudahkan penanganan jika terjadi keadaan darurat.
Jika menghadapi masalah di wilayah Kabupaten Serang, masyarakat dapat memanfaatkan layanan darurat Public Safety Center atau PSC 119 yang beroperasi selama 24 jam.
“Apabila ada hal darurat, bisa meminta bantuan melalui PSC 119,” kata Najib.
Terkait kondisi lalu lintas, ia mengungkapkan arus kendaraan sudah mulai meningkat sejak malam sebelumnya. Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan instansi terkait terus memantau situasi di sejumlah jalur utama.
Lebih dari 10 pos pengamanan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Pos tersebut berfungsi sebagai pusat informasi, layanan kesehatan, tempat istirahat, serta titik bantuan bagi pemudik yang mengalami kendala.
Najib juga menyebut Bupati Serang telah meninjau langsung beberapa pos pengamanan guna memastikan kesiapan petugas di lapangan.
“Semua pos pam sedang dipantau. Kami ingin memastikan pemudik yang melintas aman dan nyaman,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, ia berencana melakukan kunjungan ke sejumlah titik strategis untuk memantau arus kendaraan secara langsung. Namun jadwalnya masih menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Serang menargetkan seluruh jalur mudik yang melintas di wilayahnya tetap lancar, aman, dan bebas kemacetan selama periode Lebaran.
Najib optimistis koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari kemacetan hingga kecelakaan.
“Dipastikan semua yang melintas di Kabupaten Serang aman, nyaman, dan terpantau,” tegasnya.
Ia berharap imbauan tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, mudik bukan perlombaan cepat sampai tujuan, melainkan perjalanan untuk berkumpul kembali dengan keluarga.
Tradisi pulang kampung, kata Najib, harus dijalani dengan tanggung jawab agar seluruh keluarga dapat merayakan Idulfitri dengan rasa aman, tenang, dan penuh kebahagiaan.***
