KILAS BANTEN – Barisan Pejuang Demokrasi (BAPEKSI) menandai usia organisasi yang ke-2 dengan memperkuat langkah pengabdian kepada masyarakat. Momentum hari jadi tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga melahirkan program baru berupa Satgas Tanggap Bencana yang dipersiapkan untuk bergerak cepat membantu masyarakat saat terjadi bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Perayaan HUT ke-2 BAPEKSI digelar di Villa Farida Ranch, Ciampea, Kabupaten Bogor, Sabtu kemarin. Kegiatan mengusung tema “Merapatkan Barisan, Menguatkan Perjuangan Demokrasi” sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Acara itu dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BAPEKSI, antara lain Ketua Bidang Hukum Ardi Kusuma dan Bendahara Umum Arinawati. Hadir pula pengurus DPD BAPEKSI Banten, DPD BAPEKSI DKI Jakarta, DPD Jawa Barat, serta perwakilan DPC dari berbagai daerah yang ikut melakukan evaluasi dan konsolidasi organisasi.
Ketua Pelaksana HUT ke-2 BAPEKSI yang juga Ketua DPC BAPEKSI Bogor, Eka Harijhayanti, mengatakan peringatan ulang tahun bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, momen tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong pengembangan potensi masyarakat.
Ia menjelaskan, salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengembangan Batik Ciwitan. Produk budaya tersebut kini berhasil menembus lima besar nominasi tingkat Jawa Barat dan sedang menjalani proses kurasi menuju kompetisi tingkat nasional.
Eka berharap Batik Ciwitan dapat ditetapkan sebagai salah satu batik resmi yang dikenakan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, langkah itu akan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin.
“Semoga keberadaan BAPEKSI pada usia dua tahun ini semakin memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Eka, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ketua Umum DPP BAPEKSI Mayjen TNI (Purn.) Tb. Hasanuddin mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan organisasi selama dua tahun terakhir. Ia menilai berbagai kegiatan sosial telah memberikan dampak positif, termasuk pendampingan hukum kepada masyarakat melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BAPEKSI.
Selain itu, Hasanuddin menyebut program pemberdayaan ekonomi juga terus berkembang. Beberapa program yang telah berjalan antara lain pengembangan pembibitan ikan, program desa mandiri yang dijalankan BAPEKSI Kabupaten Serang, hingga pengembangan produk air minum kemasan Cibaduy.
Pada kesempatan tersebut, BAPEKSI secara resmi memperkenalkan Satgas Tanggap Bencana. Pembentukan satuan tugas ini menjadi salah satu langkah strategis organisasi dalam memperluas aksi kemanusiaan.
Satgas tersebut dipersiapkan sebagai relawan yang siap diterjunkan ke berbagai daerah ketika terjadi bencana alam maupun situasi darurat lainnya. Kehadirannya diharapkan mampu mempercepat distribusi bantuan sekaligus mendukung penanganan korban di lapangan.
Tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, BAPEKSI juga memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya. Hasanuddin mendukung pengembangan pelatihan menenun Batik Ciwitan di Jawa Barat sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui sektor industri kreatif.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal BAPEKSI Bahroji memperkenalkan identitas baru organisasi berupa logo bergambar tangan terkepal. Menurutnya, simbol tersebut mencerminkan semangat persatuan, solidaritas, dan tekad seluruh kader untuk terus hadir melayani masyarakat.
“Logo baru ini menjadi simbol bahwa kita harus terus bersemangat dan merapatkan barisan untuk hadir di tengah masyarakat,” kata Bahroji.
Ia menambahkan, pembentukan Satgas Tanggap Bencana menjadi bukti bahwa BAPEKSI ingin memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui kekuatan relawan tersebut, organisasi berharap mampu memberikan respons cepat setiap kali masyarakat membutuhkan bantuan akibat bencana maupun kondisi darurat lainnya.
Memasuki usia dua tahun, BAPEKSI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat gerakan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendampingan hukum, hingga pelestarian budaya. Organisasi berharap seluruh program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang semakin luas sekaligus memperkuat kehadiran BAPEKSI di tengah masyarakat Indonesia.***






