Rombongan bikers Pondok Pesantren Al-Fathaniyah membagikan paket sahur kepada pemudik dan pekerja malam di ruas jalan utama Kota Serang, Jumat dini hari, 20 Maret 2026KILAS BANTEN – Suasana dini hari di Kota Serang mendadak berubah. Jalanan yang biasanya lengang justru dipenuhi aktivitas sosial. Sekelompok bikers dari Pondok Pesantren Al-Fathaniyah turun langsung ke jalan dalam aksi Sahur On The Road, Jumat, 20 Maret 2026.
Mereka menyasar pemudik, tukang becak, hingga pekerja malam yang masih beraktivitas saat waktu sahur mendekat. Aksi ini menjadi bagian dari program bertajuk Al Fathaniyah Berbagi Menuju Hari yang Fitri.
Kegiatan dimulai dari kawasan Alun-alun Kota Serang. Rombongan kemudian bergerak menyusuri sejumlah ruas utama. Mereka melintasi Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, hingga kawasan Kepandean. Aksi ditutup dengan sahur bersama di kawasan Royal Baroe.
Sepanjang perjalanan, para relawan aktif membagikan paket makanan sahur. Mereka menyapa warga yang masih berada di jalan. Pemudik yang sedang dalam perjalanan menjadi sasaran utama. Selain itu, tukang becak dan pekerja informal juga menerima bantuan.
Perwakilan Dzuriyah Pondok Pesantren Al Fathaniyah Tengkele, H. Maulana Abdurrahman, menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan Al-Fathaniyah Berbagi Menuju Hari yang Fitri, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Ini bukan hanya berbagi makanan, tetapi juga berbagi kepedulian,” ujar Maulana.
Ia menyebut, program Sahur On The Road tahun ini merupakan pelaksanaan kedua. Pihaknya ingin memastikan kegiatan tersebut memberi dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui Sahur On The Road di tahun yang kedua ini, kami berharap para penerima manfaat, baik pemudik, mamang becak, hingga mamang perongsok, tetap istiqomah menjalani ibadah puasa Ramadan,” katanya.
Maulana juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Ia ingin semangat berbagi ini tetap terjaga setiap Ramadan.
“Semoga tahun depan kita bisa bertemu kembali dalam keadaan sehat dan mendapatkan ridha Allah SWT,” tambahnya.
Aksi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah penerima bantuan mengaku sangat terbantu, terutama mereka yang masih berada di jalan saat waktu sahur tiba.
Kehadiran para bikers di tengah malam juga memberikan semangat tersendiri. Tidak sedikit warga yang merasa tersentuh dengan aksi tersebut. Mereka menilai kegiatan ini mampu menghadirkan rasa kebersamaan di tengah keterbatasan.
Selain itu, kegiatan ini dinilai memperkuat solidaritas sosial. Ramadan menjadi momentum penting untuk berbagi dan saling membantu. Di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi, kepedulian seperti ini dinilai semakin relevan.
Aksi Sahur On The Road ini juga mencerminkan nilai gotong royong. Para relawan tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Mereka turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan.
Pendekatan ini dinilai membuat bantuan lebih tepat sasaran. Relawan dapat memahami kebutuhan penerima secara langsung. Hal ini menjadi keunggulan dibandingkan bantuan yang hanya bersifat simbolis.
Program ini diharapkan dapat menginspirasi komunitas lain. Kegiatan sosial serupa dinilai penting untuk memperkuat kepedulian, terutama selama bulan Ramadan.
Kehadiran Pondok Pesantren Al-Fathaniyah dalam aksi ini juga menunjukkan peran luas lembaga keagamaan. Tidak hanya fokus pada pendidikan, pesantren juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui aksi sederhana seperti membagikan makanan sahur, para relawan berhasil menghadirkan kehangatan di tengah malam. Kota Serang pun menjadi saksi bahwa kepedulian dapat diwujudkan secara nyata dan langsung menyentuh masyarakat.
Dengan pendekatan yang humanis dan langsung ke lapangan, aksi ini tidak sekadar menjadi kegiatan rutin. Lebih dari itu, Sahur On The Road menjadi simbol solidaritas dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.***
