Bukit Cariang Disulap Jadi Lembang Baru, Mahasiswa UGM KKN di Mancak Diminta Ungkap Potensi Wisata Tersembunyi Kabupaten Serang

Kilas Banten
11 Mei 2026 10:00
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang mulai serius menggarap potensi wisata tersembunyi di Kecamatan Mancak. Salah satu kawasan yang kini menjadi perhatian adalah Bukit Cariang yang disebut memiliki panorama alam mirip kawasan wisata Lembang di Jawa Barat.

 

Untuk mempercepat pengembangan wilayah tersebut, Pemkab Serang menggandeng mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melalui program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

 

Sebanyak 30 mahasiswa UGM akan diterjunkan selama 50 hari di Desa Ciwarna dan Desa Sangiang mulai 20 Juni 2026. Program ini tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, hingga mitigasi bencana.

 

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyambut langsung kedatangan mahasiswa dan dosen pembimbing UGM di Pendopo Bupati Serang.

 

“Saya menerima silaturahmi dari UGM yang dipimpin langsung oleh salah satu dosen prodinya. Mereka akan melakukan pengabdian masyarakat atau KKN-PPM sebanyak 30 orang di Kecamatan Mancak, tepatnya di Desa Ciwarna dan Sangiang,” ujar Zakiyah, Senin, 11 Mei 2026

 

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Serang mendukung penuh program tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa bisa menjadi energi baru untuk mempercepat pembangunan desa dan menggali potensi daerah yang selama ini belum dimaksimalkan.

 

Salah satu fokus utama program KKN-PPM kali ini ialah pengembangan potensi wisata alam di Kecamatan Mancak. Kawasan tersebut dinilai memiliki bentang alam yang indah dan berpeluang menjadi destinasi unggulan baru di Kabupaten Serang.

 

“Mahasiswa akan menggali potensi, salah satunya potensi pariwisata di Kecamatan Mancak. Selain itu juga tentang pengelolaan lingkungan karena Mancak termasuk salah satu wilayah rentan bencana longsor,” katanya.

 

Selain sektor wisata, mahasiswa juga akan membantu masyarakat dalam berbagai bidang sesuai disiplin ilmu masing-masing. Peserta KKN berasal dari rumpun Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, Medika, hingga Agro.

 

Zakiyah berharap ilmu yang diperoleh mahasiswa di kampus dapat diterapkan langsung untuk membantu masyarakat desa. Ia juga menyoroti perkembangan Desa Ciwarna yang kini mulai menunjukkan kemajuan signifikan.

 

Menurut dia, Desa Ciwarna sebelumnya termasuk kategori desa tertinggal. Namun saat ini statusnya sudah meningkat menjadi desa berkembang.

 

“Karena seperti kita ketahui, salah satu desa tertinggal kita, tapi sekarang alhamdulillah sudah menjadi desa berkembang. Kita pastikan akan terus mengintervensi, sehingga kemajuannya semakin dapat terlihat,” ujarnya.

 

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Sudaryatno, mengatakan jumlah mahasiswa yang diterjunkan tahun ini lebih banyak dibanding program sebelumnya.

 

Ia menjelaskan, tujuan utama program tersebut adalah membangun kemandirian masyarakat desa melalui pengembangan potensi lokal yang dimiliki Kecamatan Mancak.

 

“Dengan fokus tujuan utamanya, bagaimana kemandirian masyarakat di Desa Sangiang dan Ciwarna, Kecamatan Mancak itu akan lebih maju lagi,” kata Sudaryatno.

 

Menurutnya, salah satu potensi wisata yang paling menjanjikan ialah Bukit Cariang. Kawasan itu memiliki udara sejuk, panorama perbukitan, dan akses yang cukup mudah dijangkau dari jalan raya.

 

“Akan kita jadikan suatu fenomena yang menarik. Wisatawan bisa menikmati suasana seperti di Lembang. Bukit Cariang punya potensi luar biasa dan aksesnya hanya sekitar lima menit dari jalan raya,” ungkapnya.

 

Mahasiswa UGM juga akan membantu promosi wisata melalui media sosial. Strategi digital dinilai penting untuk mengenalkan potensi wisata Kabupaten Serang kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

 

Tak hanya itu, mahasiswa dari Teknik Sipil juga akan melakukan pemetaan daerah rawan longsor di Kecamatan Mancak. Langkah tersebut dilakukan untuk menyusun mitigasi bencana dan mengurangi risiko bagi masyarakat.

 

Sementara mahasiswa dari bidang Kedokteran Hewan dan Agro akan mendampingi warga dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Program yang disiapkan meliputi pengolahan limbah ternak dan sampah organik menjadi pupuk organik hingga budidaya maggot.

 

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa.

 

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang.***