Cegah Banjir, Wali Kota Budi Rustandi Koordinasi dengan BMKG Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca 24 Jam

Kilas Banten
14 Jan 2026 11:56
Serang 0
2 menit membaca

 

 

 

KILAS BANTEN – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, merespons cepat potensi cuaca ekstrem yang mengguyur wilayahnya dalam beberapa hari terakhir.

Ia mendatangi kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat di Jakarta untuk meminta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah taktis ini diambil guna mencegah banjir meluas di Ibu Kota Banten.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologi secara dini agar aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat genangan air yang disebabkan oleh curah hujan tinggi.

Upaya jemput bola ini disambut langsung oleh jajaran pimpinan BMKG. Budi memastikan permohonannya mendapat respons positif dan dukungan penuh untuk melakukan intervensi cuaca di langit Serang dan sekitarnya.

Dukungan tersebut dinilai krusial mengingat sistem drainase dan sungai memiliki batas tampung tertentu.

Wali Kota Serang menyebut operasi ini didukung langsung oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Pusat, Tri Handoko Seto.

Ia berharap teknologi ini mampu menekan volume curah hujan di wilayah permukiman.

“Mudah-mudahan kita bisa lihat dua, tiga hari ke depan intensitas hujan di Kota Serang bisa berkurang,” ujar Budi Rustandi di sela kunjungannya.

Budi menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.

Ia berupaya maksimal agar intensitas hujan di Kota Serang dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Menindaklanjuti permintaan Pemerintah Kota Serang, BMKG langsung bergerak cepat.

Tri Handoko Seto menjelaskan bahwa pihaknya telah menerbangkan pesawat khusus untuk melakukan penyemaian awan di wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat.

Operasi dilakukan secara intensif tanpa henti. BMKG menargetkan pengurangan intensitas hujan sebelum awan tebal memasuki wilayah padat penduduk di Serang.

“Hari ini kita telah melakukan operasi modifikasi cuaca di Provinsi Banten dan Jawa Barat. Kita telah melaksanakan dua sortie (penerbangan) dan lanjut sampai malam. Dua puluh empat jam kita operasi,” tegas Tri Handoko.

Sebagai informasi, Operasi Modifikasi Cuaca merupakan metode pengelolaan sumber daya air di atmosfer.

Berdasarkan data teknis BMKG, proses ini dilakukan dengan menaburkan bahan semai berupa garam (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) ke dalam awan cumulus aktif.

Tujuan utama metode ini adalah mempercepat proses hujan agar jatuh di wilayah yang aman, seperti laut atau waduk, sebelum memasuki daratan permukiman.

Metode ini sebelumnya terbukti efektif, termasuk dalam pengurangan curah hujan signifikan di kawasan Ibu Kota Nusantara dan Jakarta.

Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas debit air sungai di Kota Serang selama puncak musim penghujan berlangsung.