Pengurus PC Fatayat NU Kota Serang saat audiensi dengan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang, membahas penguatan layanan haji dan umrah bagi jamaah perempuan, Selasa, 30 Desember 2025KILAS BANTEN – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Kota Serang bergerak cepat memperkuat peran strategisnya dalam pelayanan keagamaan. Organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama ini menjalin komunikasi intensif dengan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang melalui audiensi resmi, Selasa, 30 Desember 2025. Langkah ini menandai keseriusan Fatayat NU dalam mengawal kualitas layanan haji dan umrah, terutama bagi jamaah perempuan.
Audiensi berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang. Pertemuan digelar dalam suasana terbuka dan penuh dialog. Kedua belah pihak membahas peluang kerja sama yang dapat diwujudkan secara nyata dan berkelanjutan. Fokus utama diskusi mengarah pada peningkatan pelayanan yang humanis, adil, dan responsif terhadap kebutuhan jamaah perempuan.
Ketua PC Fatayat NU Kota Serang, Neneng Paridah, menegaskan bahwa audiensi tersebut bukan sekadar agenda seremonial.
Ia menyebut pertemuan ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral Fatayat NU dalam isu pelayanan publik, khususnya pelayanan keagamaan. Menurutnya, layanan haji dan umrah tidak bisa dipandang hanya sebagai urusan teknis dan administratif.
“Pelayanan haji dan umrah menyangkut aspek kemanusiaan dan pembinaan spiritual jamaah. Jamaah perempuan memiliki kebutuhan dan kerentanan khusus. Karena itu, pelayanan harus dirancang dengan perspektif perlindungan dan keadilan,” ujar Neneng Paridah, Rabu, 31 Desember 2025.
Ia menilai sinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah menjadi langkah penting agar nilai-nilai tersebut hadir dalam setiap tahapan pelayanan. Mulai dari proses pendaftaran, pembekalan pra-keberangkatan, hingga pendampingan selama pelaksanaan ibadah. Neneng juga menyoroti potensi besar kader Fatayat NU Kota Serang yang mayoritas merupakan perempuan muda terdidik dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
Menurut dia, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kerja sama yang terarah dengan pemerintah. Fatayat NU siap mengambil peran aktif dalam pendampingan jamaah perempuan, memberikan edukasi pra-keberangkatan, serta memperkuat literasi keagamaan yang ramah perempuan dan inklusif.
“Kami ingin kader Fatayat NU terlibat langsung. Perempuan muda memiliki kedekatan emosional dengan jamaah perempuan. Ini penting untuk memastikan jamaah merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik,” kata Neneng.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang, Hj. Umi Sahiyah, menyambut positif inisiatif PC Fatayat NU. Ia mengapresiasi komitmen organisasi perempuan tersebut dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Fatayat NU. Keterlibatan perempuan, khususnya perempuan muda, akan memperkaya perspektif dalam pelayanan haji dan umrah,” ujar Umi Sahiyah.
Ia menegaskan bahwa peran organisasi perempuan bukan sekadar pelengkap. Perspektif perempuan dinilai krusial untuk memastikan layanan benar-benar menjawab kebutuhan jamaah, terutama jamaah perempuan yang sering menghadapi tantangan fisik, psikologis, dan sosial selama menjalankan ibadah.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak juga membahas pentingnya kerja sama jangka panjang. Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana. Sejumlah program konkret mulai dibicarakan, seperti pendampingan jamaah perempuan, pembekalan pra-keberangkatan yang sensitif gender, hingga edukasi moderasi beragama.
Pengurus PC Fatayat NU Kota Serang, Suci Fajriani Arta, menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama tersebut. Ia menyebut audiensi ini sebagai pintu masuk bagi Fatayat NU untuk terlibat lebih aktif dalam pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah.
“Kami ingin Fatayat NU hadir sebagai mitra strategis yang aktif dan berkelanjutan. Keterlibatan perempuan muda dalam ruang kebijakan adalah bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ujar Suci.
Kolaborasi ini dinilai sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap layanan publik yang semakin profesional dan berkeadilan. Dengan menggandeng organisasi perempuan seperti Fatayat NU, pelayanan haji dan umrah di Kota Serang diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan jamaah perempuan.
Ke depan, PC Fatayat NU Kota Serang dan Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil audiensi melalui langkah-langkah konkret. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan bagi seluruh jamaah.