Ikhtifalan Fest 2026 Riyadul Awamil Tunjung Teja Banjir Tepuk Tangan Warga, Malam Penuh Haru dan Kreativitas

Kilas Banten
28 Mei 2026 20:15
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Suasana religius bercampur semarak kreativitas mewarnai pelaksanaan Ikhtifalan Fest 2026 di Pondok Pesantren Riyadul Awamil Bani Hidayat, Kampung Cilandak Cau, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Rabu, 27 Mei 2026.

 

Ribuan warga memadati area pesantren sejak sore hingga malam hari untuk menyaksikan rangkaian acara tahunan yang menampilkan nuansa keagamaan sekaligus pertunjukan seni para santri. Kegiatan tersebut menjadi momentum syukur atas capaian pendidikan santri dan siswa-siswi MDTA Riyadul Awamil.

 

Acara diawali dengan Khotmil Qur’an yang berlangsung khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di lingkungan pesantren dan menciptakan suasana haru di tengah masyarakat yang hadir. Wali santri, tokoh masyarakat, aparatur desa, hingga warga sekitar tampak mengikuti jalannya acara dengan penuh khusyuk.

 

Tradisi Khotmil Qur’an menjadi simbol kuatnya pendidikan Islam yang terus dipertahankan di lingkungan Pondok Pesantren Riyadul Awamil. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pesantren tetap konsisten menjaga nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman.

 

Tak hanya menghadirkan nuansa religius, Ikhtifalan Fest 2026 juga dipenuhi penampilan kreatif dari para santri. Beragam pertunjukan seni islami sukses mencuri perhatian penonton. Mulai dari Taswiran, tari islami, paduan suara, wisuda MDTA, hingga drama kabaret tampil memukau di atas panggung utama.

 

Sorak tepuk tangan berkali-kali terdengar dari area penonton saat para santri menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Para peserta tampil percaya diri sambil menyampaikan pesan moral, pendidikan, dan nilai kebersamaan melalui setiap pertunjukan yang dibawakan.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Riyadul Awamil, Hj. Enong Nahdliyah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Ikhtifalan Fest bukan sekadar acara tahunan, tetapi menjadi media pembelajaran penting dalam membentuk karakter santri.

 

“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi bentuk syukur sekaligus media pendidikan bagi para santri untuk tampil percaya diri, mencintai Al-Qur’an, dan menjaga nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hj. Enong dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.

 

Ia menegaskan, pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama semata. Namun juga membentuk mental, akhlak, dan kemampuan sosial para santri agar siap menghadapi kehidupan di masyarakat.

 

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Riyadul Awamil, Ust. Saepul Alamsah atau yang akrab disapa Ust. Asep, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda di lingkungan pesantren.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga ruang pembinaan kreativitas, mentalitas, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan,” katanya.

 

Menurut Ust. Asep, perkembangan zaman harus diimbangi dengan pendidikan yang adaptif tanpa meninggalkan identitas pesantren. Karena itu, pihak pesantren terus mendorong para santri agar berkembang di bidang akademik, seni, maupun akhlak.

 

Ikhtifalan Fest 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa lingkungan pesantren mampu melahirkan generasi muda yang religius, kreatif, dan percaya diri. Para santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga kemampuan komunikasi dan seni yang menjadi bekal penting di masa depan.

 

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi hingga akhir acara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar para santri tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

 

Semangat yang tercermin dalam Ikhtifalan Fest 2026 menjadi bukti komitmen Pondok Pesantren Riyadul Awamil Bani Hidayat dalam menjaga tradisi pendidikan Islam yang kuat, modern, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.***