Isra Mi’raj Dihadiri Lintas Iman di Kota Serang, FKUB Gaungkan Harmoni Spiritual, Teknologi, dan Lingkungan

Kilas Banten
14 Jan 2026 18:58
Serang 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan konsep berbeda. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang refleksi spiritual umat Islam, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi lintas iman. Acara berlangsung di Joglo Waladun Sholeh Kebun Kebangsaan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Rabu, 14 Januari 2026.

 

Peringatan Isra Mi’raj kali ini mengusung tema “Hari Spiritual dan Teknologi Dunia, Membangun Keharmonisan Umat dalam Mewujudkan Pembangunan Ramah Lingkungan”. Tema tersebut menegaskan sikap FKUB Kota Serang dalam merespons tantangan zaman. Perkembangan teknologi dan persoalan lingkungan dinilai harus diimbangi dengan nilai keimanan, toleransi, dan kesadaran hidup berdampingan.

 

Sejak awal acara, nuansa kebersamaan terasa kuat. Lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali kegiatan. Suasana kemudian menjadi khidmat saat ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh santri Pondok Pesantren Al-Fathaniyah. Rangkaian acara ditutup dengan doa lintas agama untuk keselamatan bangsa, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana. Hadir dalam kegiatan ini tokoh agama lintas iman, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

 

Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menyampaikan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa spiritual yang memiliki makna luas.

 

Menurutnya, peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan tradisi umat Islam untuk menggali hikmah dari perjalanan Rasulullah SAW.

 

Ia menjelaskan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha mengandung pesan tentang keimanan, ilmu pengetahuan, dan keterbukaan berpikir.

 

“Peristiwa ini mengajarkan bahwa iman dan ilmu tidak bisa dipisahkan,” ujar KH Matin.

 

KH Matin menambahkan, Isra Mi’raj juga mengajak manusia untuk tidak membatasi akal dan rasa ingin tahu. Perjalanan yang dahulu dianggap mustahil secara logika, kini dapat dipahami melalui kemajuan teknologi.

 

“Ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah karunia Tuhan yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, KH Matin juga menyoroti pentingnya rasa syukur hidup di tengah keberagaman. Ia menilai perbedaan suku, bahasa, budaya, dan keyakinan sebagai kekayaan bangsa yang wajib dijaga. Ia mengingatkan agar kebebasan berekspresi tetap berlandaskan adab dan saling menghormati.

 

“Adab adalah pembeda utama manusia dengan makhluk lain,” tegasnya.

 

Sementara itu, Asisten Daerah I Kota Serang, Subagyo, yang mewakili Wakil Wali Kota Serang, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan daerah.

 

Ia menjelaskan bahwa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang sedang fokus menangani persoalan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Banten, termasuk Kota Serang.

 

Subagyo memberikan apresiasi kepada FKUB Kota Serang yang untuk pertama kalinya menggelar peringatan Isra Mi’raj dengan melibatkan lintas agama. Ia menyebut kegiatan ini sebagai simbol kuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat.

 

“Inilah harmoni yang kita butuhkan untuk mewujudkan Kota Serang Madani, kota yang maju, bahagia, dan sejahtera,” ujarnya.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Isra Mi’raj sebagai momentum doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan bagi keselamatan warga di tengah musibah banjir.

 

Menurut Subagyo, pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan banjir melalui normalisasi dan revitalisasi saluran air.

 

Dalam sambutan tertulis Wakil Wali Kota Serang yang dibacakan Subagyo, ditegaskan bahwa Isra Mi’raj mengajarkan keseimbangan antara kemajuan lahiriah dan kedalaman spiritual. Nilai keimanan, toleransi, dan kepedulian lingkungan harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi.

 

Pemerintah Kota Serang menilai FKUB memiliki peran strategis sebagai jembatan dialog antarumat beragama. Kehadiran tokoh lintas iman dalam peringatan ini menjadi bukti bahwa Kota Serang menjunjung tinggi toleransi dan hidup berdampingan secara damai.

 

“Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berakhlak dan peduli lingkungan,” bunyi sambutan tersebut.

 

Penceramah kondang sekaligus Ketua Umum Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, KH Muhammad Munawar Halili, menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan bukti kekuasaan Allah SWT yang melampaui logika manusia. Ia menyebut kebersamaan lintas agama dalam peringatan ini sebagai peristiwa yang luar biasa.

 

Menurut KH Munawar, kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi penting bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.

 

“Perbedaan bukan sumber perpecahan, tetapi kekuatan untuk saling melengkapi,” ujarnya. Ia juga menyebut Indonesia sebagai anugerah karena keberagamannya.

 

Acara ini turut dihadiri jajaran FKUB Kota Serang, Asda I Pemkot Serang, Kepala Kesbangpol Kota Serang, Camat Walantaka, Lurah Tegalsari, Kepala Kemenag Kota Serang, tokoh lintas agama, GUSDURian Serang Raya, Polresta Serang Kota, Kodim 0602 Serang, Kejaksaan Negeri Serang, PCNU Kota Serang, Kapolsek Walantaka, serta perwakilan Majelis Pesantren Salafiyah.

 

Melalui peringatan Isra Mi’raj lintas iman ini, FKUB Kota Serang kembali menegaskan pesan penting tentang harmoni, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi kunci dalam membangun masa depan Kota Serang yang damai, inklusif, dan berkelanjutan.