Pantai Anyer Diserbu 68 Ribu Wisatawan, Jalur Utama Lumpuh, Ini 4 Rute Rahasia Anti Macet

Kilas Banten
24 Mar 2026 20:53
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Gelombang wisatawan memadati kawasan pantai Anyer–Cinangka, Kabupaten Serang, menjelang libur panjang. Lonjakan pengunjung yang terjadi sejak akhir pekan membuat arus lalu lintas di jalur utama Cilegon–Anyer tersendat. Petugas terpaksa menerapkan sistem buka tutup di sejumlah titik untuk mengurai kemacetan.

 

Data sementara dari petugas gabungan hingga Senin, 23 Maret 2026, menunjukkan jumlah wisatawan mencapai sekitar 68.500 orang. Angka ini diperkirakan terus bertambah karena puncak libur belum berakhir. Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan volume kendaraan menuju kawasan wisata pesisir tersebut.

 

Kemacetan terparah terjadi di beberapa titik strategis. Di antaranya Simpang Tiga Teneng di Kecamatan Cinangka, Pasar Anyer, serta kawasan Karang Bolong. Pada jam sibuk, terutama siang hingga sore hari, antrean kendaraan mengular panjang. Petugas dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan TNI terlihat berjaga untuk mengatur arus lalu lintas secara situasional.

 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Serang, Anas Dwisatya, menyebut lonjakan wisatawan sebagai indikasi positif bagi sektor pariwisata daerah. Meski demikian, ia menegaskan pengaturan lalu lintas tetap menjadi prioritas demi keselamatan bersama.

 

“Peningkatan jumlah wisatawan ke Anyer dan Cinangka cukup signifikan. Sistem buka tutup kami terapkan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan. Wisatawan tidak perlu khawatir, perjalanan tetap bisa aman,” kata Anas, Selasa, 24 Maret 2026.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan jalur utama. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan. Jalur ini dinilai efektif untuk mempercepat waktu tempuh sekaligus menghindari titik macet.

 

Jalur pertama yang direkomendasikan adalah rute Taktakan – Cilowong – Gunung Sari – Mancak – Anyer. Rute sepanjang sekitar 35 kilometer ini dimulai dari Kota Serang. Jalur ini relatif lebih lengang karena tidak melewati kawasan industri di Cilegon.

 

Alternatif kedua adalah jalur Palima – Cinangka. Dengan panjang sekitar 27 kilometer, jalur ini menjadi pilihan favorit wisatawan. Rute ini menawarkan akses lebih cepat menuju kawasan wisata tanpa harus melalui jalur padat.

 

Selanjutnya, jalur Cilegon Timur – Cikerai – Mancak – Cinangka juga bisa dimanfaatkan. Jalur sepanjang 28 kilometer ini cocok bagi pengguna tol yang keluar di Cilegon Timur. Rute ini melintasi kawasan perbukitan yang relatif lancar.

 

Sementara itu, jalur keempat adalah rute Pandeglang – Labuan – Carita – Cinangka. Jalur pesisir ini memiliki panjang sekitar 60 kilometer. Meski lebih jauh, rute ini menyuguhkan pemandangan pantai yang menarik dan menjadi alternatif bagi wisatawan dari arah selatan Banten.

 

Seorang wisatawan asal Tangerang, Suhendi (35), mengaku memilih jalur alternatif untuk menghindari kemacetan. Ia menggunakan rute Taktakan menuju Mancak sebelum tiba di Anyer.

 

“Saya lewat Taktakan ke Mancak. Jalannya lebih lancar dibanding jalur utama. Memang sedikit memutar, tapi lebih nyaman,” ujar Suhendi.

 

Pemerintah Kabupaten Serang bersama aparat gabungan terus bersiaga selama masa libur. Mereka fokus mengatur arus lalu lintas dan memastikan keamanan wisatawan tetap terjaga.

 

Selain itu, wisatawan diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan. Pengendara juga diminta menjaga kondisi kendaraan dan berhati-hati selama perjalanan. Dengan memanfaatkan jalur alternatif, kepadatan di jalur utama diharapkan dapat berkurang.

 

Lonjakan wisatawan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap destinasi Anyer–Cinangka. Namun, pengelolaan arus lalu lintas yang baik tetap menjadi kunci agar aktivitas wisata berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan.***