Bupati Serang Ratu Zakiyah menyerahkan bantuan sosial dan santunan kepada warga pada penutupan Safari Ramadan di Masjid Jami’ Al-Barokah, Senin, 16 Maret 2026KILAS BANTEN – Suasana haru dan penuh kehangatan menutup rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Serang. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, turun langsung menyapa warga dalam kunjungan terakhir di Masjid Jami’ Al-Barokah, Pelamunan, Kramatwatu, pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi penutup dari total 10 titik Safari Ramadan yang digelar sepanjang bulan suci.
Sejak sore hari, ratusan warga sudah memadati area masjid. Mereka datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan sekaligus bertemu langsung dengan kepala daerahnya. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat bupati tiba di lokasi.
Dalam sambutannya, Zakiyah mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi secara langsung dengan masyarakat.
Ia menyebut Safari Ramadan sebagai kesempatan berharga bagi pemerintah daerah untuk mendengar aspirasi warga tanpa sekat birokrasi.
“Ini menjadi hikmah besar bagi saya. Selama ini mungkin belum sempat menyapa warga satu per satu. Ramadan memberi kesempatan untuk bertemu langsung dan melihat kondisi masyarakat secara nyata,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan program tersebut diterima dengan baik. Ia menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana memperkuat hubungan antara pemerintah dan rakyat.
Selain silaturahmi, pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang dan sejumlah lembaga mitra. Paket bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, mulai dari anak yatim hingga pengurus keagamaan.
“Setiap kunjungan kami selalu menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan bantuan sosial secara langsung kepada warga,” kata Zakiyah.
Pada penutupan kali ini, penerima bantuan meliputi anak yatim, santri tahfiz, guru ngaji, guru madrasah, pengurus masjid, pemandi jenazah, serta majelis taklim. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.
Zakiyah menilai Ramadan merupakan waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial. Ia mengajak warga menjaga semangat gotong royong agar tetap hidup setelah bulan puasa berakhir.
“Saya yakin bantuan ini bermanfaat. Gunakan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Tak hanya bantuan zakat, acara juga diwarnai penyerahan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu keluarga menerima santunan sebesar Rp40 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia saat masih aktif bekerja.
Zakiyah menjelaskan, santunan itu merupakan bagian dari program perlindungan tenaga kerja, khususnya bagi pekerja informal dan kelompok rentan yang sebelumnya telah didaftarkan pemerintah daerah.
“Ini bentuk kehadiran negara. Ketika pencari nafkah meninggal, keluarga tetap mendapatkan jaminan,” jelasnya.
Penyerahan santunan ini menarik perhatian warga. Banyak di antara mereka baru mengetahui bahwa pekerja nonformal juga dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kegiatan penutupan Safari Ramadan juga diisi tausiyah, buka puasa bersama, dan salat tarawih berjamaah. Suasana terasa hangat ketika bupati berbaur langsung dengan masyarakat tanpa protokoler yang kaku.
Sejumlah warga mengaku senang bisa bertemu langsung dengan pemimpinnya. Mereka berharap kegiatan serupa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Biasanya hanya lihat di televisi atau media sosial. Sekarang bisa bertemu langsung,” ujar salah satu warga.
Rangkaian Safari Ramadan 2026 dinilai sukses karena mampu menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Serang. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan program ini sebagai agenda rutin tahunan.
Di akhir acara, Zakiyah menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan.
“Kami ingin pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga dalam suasana kebersamaan,” tutupnya.***