Wabup Serang Tegas Minta Warga Kosambi Jangan Jual Tanah, Gerabah Ditargetkan Tembus Pasar Nasional

Kilas Banten
30 Jun 2026 15:34
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang menegaskan komitmennya menjaga keberlangsungan sentra gerabah Kampung Kosambi, Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas.

 

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengimbau masyarakat agar tidak menjual tanah di sekitar kawasan tersebut kepada pihak luar karena memiliki peran penting sebagai sumber bahan baku industri gerabah yang telah menjadi identitas daerah.

 

Imbauan itu disampaikan Muhammad Najib Hamas saat mengunjungi sentra pengrajin gerabah Kampung Kosambi. Menurutnya, kawasan tersebut harus tetap dipertahankan agar aktivitas produksi gerabah tidak terganggu akibat berkurangnya ketersediaan bahan baku tanah liat.

 

Najib menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya memperoleh nilai ekonomi dari hasil karya yang diproduksi, bukan dengan melepas aset berupa tanah. Ia menilai produk gerabah memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat apabila terus dikembangkan.

 

“Kalau ingin menjual hasil dari daerah ini, yang dijual adalah produk gerabah yang memiliki nilai ekonomi, bukan tanah atau bahan baku yang menjadi sumber kehidupan para pengrajin,” ujar Najib, Selasa, 30 Juni 2026.

 

Selain menjaga kawasan sentra gerabah, Pemerintah Kabupaten Serang juga mendorong perlindungan hukum terhadap produk khas Kampung Kosambi. Langkah tersebut dilakukan melalui pengurusan hak kekayaan intelektual atau hak paten agar produk gerabah memiliki identitas yang jelas dan tidak diklaim oleh daerah lain.

 

Najib mengatakan, pemerintah ingin menjadikan gerabah sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Serang. Dengan perlindungan hukum dan peningkatan kualitas produk, gerabah Kampung Kosambi diharapkan mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

 

“Pemerintah Kabupaten Serang ingin gerabah menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mampu dikenal hingga tingkat nasional, bahkan mancanegara. Dengan demikian, Kabupaten Serang dapat dikenal sebagai salah satu sentra penghasil gerabah terbaik di Indonesia,” katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang, Adang Rahmat, memberikan apresiasi kepada masyarakat Kampung Kosambi yang tetap konsisten memproduksi dan memasarkan gerabah sebagai produk unggulan daerah.

 

Menurut Adang, keberadaan sentra gerabah telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Aktivitas para pengrajin tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang perlu terus didukung.

 

Sementara itu, Camat Ciruas Yuli Saputra mengajak para pengrajin agar terus melakukan inovasi. Ia menilai pembaruan desain dan model gerabah menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

 

Yuli berharap kreativitas para pengrajin terus berkembang sehingga produk gerabah Kampung Kosambi semakin diminati masyarakat dari berbagai daerah. Inovasi juga dinilai menjadi kunci untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai jual produk.

 

Di sisi lain, para pengrajin berharap pemerintah memberikan dukungan yang lebih besar terhadap keberlangsungan usaha mereka. Salah seorang pengrajin gerabah, Aspuri, mengusulkan adanya bantuan untuk mempermudah akses memperoleh bahan baku tanah liat berkualitas.

 

Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat menyediakan program pembiayaan atau permodalan tanpa agunan bagi pelaku usaha gerabah. Menurutnya, dukungan modal akan membantu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki kualitas hasil kerajinan.

 

“Ketersediaan bahan baku yang baik dan dukungan modal akan sangat membantu meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperluas kapasitas produksi gerabah Kampung Kosambi sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Aspuri.

 

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, sentra gerabah Kampung Kosambi diharapkan terus berkembang sebagai ikon industri kreatif Kabupaten Serang. Keberadaan kawasan ini juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.***