Jalan Kiasnawi Bakal Disulap Jadi Ikon Baru Kota Tangerang, Kemacetan Dibabat dan Wisata Dipacu

Kilas Banten
14 Jun 2026 06:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus mempercepat persiapan penataan kawasan strategis Jalan Kiasnawi yang berada di sekitar Pasar Lama dan Pasar Anyar. Program tersebut disiapkan sebagai upaya mengatasi kemacetan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan kawasan wisata perkotaan.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Tangerang untuk menciptakan kawasan yang lebih tertata, nyaman, serta memiliki daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kota Tangerang.

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mematangkan konsep penataan kawasan tersebut.

 

Menurutnya, pembahasan dilakukan agar seluruh rencana pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan mendukung perkembangan ekonomi daerah.

 

“Kami akan menata kembali kawasan strategis Kiasnawi dengan tujuan utamanya mengurai kemacetan sekaligus mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata baru di Kota Tangerang,” ujar Yeti, Minggu (14/6/2026).

 

Penataan kawasan tidak hanya difokuskan pada pelebaran atau perbaikan infrastruktur jalan. Pemkot Tangerang juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di kawasan tersebut.

 

Salah satu rencana yang tengah dimatangkan ialah pembangunan fasilitas parkir yang memadai di kawasan Pasar Anyar Selatan. Kehadiran area parkir ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di sekitar Jalan Kiasnawi.

 

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan jembatan penghubung atau skybridge khusus pejalan kaki. Fasilitas tersebut akan terintegrasi langsung dengan Stasiun Tangerang sebagai bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

 

Yeti menjelaskan bahwa konsep tersebut dirancang untuk mempermudah mobilitas masyarakat, terutama pengguna transportasi umum. Dengan adanya konektivitas yang lebih baik, masyarakat diharapkan semakin mudah berpindah moda transportasi tanpa harus mengganggu arus lalu lintas di jalan raya.

 

“Ada sejumlah rencana pembangunan yang sudah dibahas teknisnya seperti penyediaan sarana parkir di kawasan Pasar Anyar Selatan hingga jembatan penghubung untuk mewujudkan kawasan yang tertib, nyaman, dan ramah bagi pengguna transportasi umum,” tambahnya.

 

Pengembangan kawasan Jalan Kiasnawi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Penataan kawasan diyakini dapat meningkatkan aktivitas perdagangan di sekitar Pasar Lama dan Pasar Anyar yang selama ini menjadi salah satu pusat perekonomian masyarakat Kota Tangerang.

 

Tidak hanya itu, wajah kawasan yang lebih modern dan tertata diproyeksikan mampu menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah. Kehadiran fasilitas yang lebih lengkap juga diharapkan memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung yang datang untuk berbelanja maupun menikmati wisata kuliner khas Pasar Lama.

 

Pemkot Tangerang berharap seluruh rencana penataan dapat segera direalisasikan setelah proses perencanaan teknis rampung. Pemerintah optimistis proyek tersebut akan menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan sekaligus memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai kota yang ramah bagi pejalan kaki, pengguna transportasi umum, pelaku usaha, serta wisatawan.

 

Melalui penataan kawasan Jalan Kiasnawi, Pemkot Tangerang menargetkan terciptanya kawasan perkotaan yang lebih tertib, modern, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat setempat, tetapi juga mampu memperkuat daya saing Kota Tangerang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten.***