Investasi Kota Tangerang Tembus Rp5,45 Triliun di Awal 2026, Sektor Properti Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Kilas Banten
28 Jun 2026 09:50
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang mencatat pencapaian menggembirakan pada sektor investasi sepanjang Triwulan I 2026. Hingga akhir Maret, nilai realisasi investasi telah menyentuh Rp5,45 triliun atau sekitar 35,97 persen dari target investasi sepanjang tahun.

 

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa iklim investasi di Kota Tangerang masih mampu menarik minat pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri. Di tengah persaingan antardaerah dalam menarik modal, Kota Tangerang dinilai tetap memiliki daya saing yang kuat.

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja, mengatakan pertumbuhan investasi didorong oleh sejumlah sektor unggulan yang terus berkembang.

 

“Sektor penyumbang terbesar berasal dari perumahan, kawasan industri dan perkantoran, perdagangan dan reparasi, industri makanan, serta hotel dan restoran, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),” ujar Sugihharto, Minggu, 28 Juni 2026.

 

Sektor properti yang meliputi pembangunan perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan investasi. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap kawasan hunian maupun ruang usaha di Kota Tangerang masih terus meningkat.

 

Selain properti, sektor perdagangan dan jasa juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan investasi. Aktivitas ekonomi yang terus berkembang membuat berbagai pelaku usaha semakin optimistis menanamkan modal di wilayah tersebut.

 

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi tulang punggung realisasi investasi Kota Tangerang. Nilainya mencapai Rp4,2 triliun atau mendominasi total investasi yang masuk selama tiga bulan pertama tahun ini.

 

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp1,25 triliun. Nilai tersebut tetap menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Kota Tangerang.

 

“Kami mengawali capaian realisasi investasi tahun ini sesuai target yang diinginkan sebesar Rp5,45 triliun. Realisasi modal dalam negeri mencapai Rp4,2 triliun, sedangkan modal asing mencapai Rp1,25 triliun,” kata Sugihharto.

 

Dominasi PMDN menjadi indikator bahwa dunia usaha nasional masih melihat Kota Tangerang sebagai daerah yang menjanjikan untuk ekspansi bisnis maupun pengembangan investasi baru.

 

Kinerja positif pada awal 2026 juga melanjutkan tren pertumbuhan investasi yang telah tercipta sepanjang tahun 2025. Saat itu, sejumlah sektor strategis berhasil mencatatkan nilai investasi yang signifikan dan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar sepanjang 2025 dengan nilai mencapai Rp4,41 triliun. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp2,81 triliun.

 

Kemudian, industri karet dan plastik membukukan investasi sebesar Rp2,55 triliun. Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menyumbang Rp2,66 triliun, sedangkan industri kimia dan farmasi mencatat investasi senilai Rp1,44 triliun.

 

Komposisi investasi tersebut memperlihatkan bahwa struktur ekonomi Kota Tangerang semakin beragam. Kondisi ini dinilai mampu memperkuat daya tahan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

 

Dari sisi investor asing, Singapura masih menjadi negara dengan nilai investasi terbesar di Kota Tangerang pada Triwulan I 2026. Nilai investasinya mencapai Rp574,76 miliar.

 

Di bawah Singapura terdapat Hong Kong dengan investasi Rp207,53 miliar. Selanjutnya Malaysia menyumbang Rp96,27 miliar, Tiongkok sebesar Rp87,07 miliar, dan Jepang mencapai Rp66,64 miliar.

 

Dominasi investor dari kawasan Asia memperlihatkan kuatnya hubungan ekonomi regional sekaligus mempertegas posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah tujuan investasi yang diperhitungkan oleh pelaku usaha internasional.

 

Pemerintah Kota Tangerang memastikan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan kemudahan berusaha agar arus investasi tetap tumbuh hingga akhir tahun. Langkah tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak investor serta mempercepat realisasi proyek-proyek baru.

 

Pertumbuhan investasi diyakini akan memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan capaian hampir 36 persen dari target tahunan hanya dalam Triwulan I 2026, Pemerintah Kota Tangerang optimistis target investasi tahun ini tidak hanya tercapai, tetapi juga berpeluang melampauinya.***