5.000 Sertifikat Halal Dibagikan, Maryono Optimistis UMKM Kota Tangerang Siap Kuasai Pasar Global

Kilas Banten
30 Jun 2026 10:15
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah terus memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program sertifikasi halal. Sebanyak 5.000 sertifikat halal diberikan kepada pelaku UMKM binaan PT Gajah Tunggal Tbk dalam kegiatan yang digelar di Gedung Griya Ganesha, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Selasa (30/6/2026).

 

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menegaskan bahwa sertifikat halal bukan sekadar dokumen pelengkap administrasi. Menurutnya, sertifikasi tersebut menjadi modal penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing hingga tingkat internasional.

 

Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI, Ahmad Haikal Hasan, kepada para pelaku UMKM yang telah menyelesaikan proses sertifikasi halal.

 

Dalam kesempatan itu, Ahmad Haikal Hasan menilai sertifikat halal kini menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan dunia usaha. Selain memberikan jaminan kepada konsumen mengenai kehalalan produk, sertifikasi tersebut juga meningkatkan nilai tambah sehingga produk lebih mudah diterima pasar.

 

“Halal value memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan sertifikat halal, produk UMKM memiliki peluang yang lebih luas untuk masuk ke pasar nasional bahkan internasional, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujar Haikal.

 

Maryono turut mengapresiasi langkah PT Gajah Tunggal Tbk yang memfasilitasi penerbitan ribuan sertifikat halal bagi UMKM binaannya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri menjadi contoh nyata sinergi dalam memperkuat ekosistem usaha lokal.

 

Ia menilai program tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku usaha. Selain membantu memenuhi aspek legalitas, sertifikat halal juga meningkatkan kredibilitas produk di mata konsumen sehingga mampu memperbesar peluang bisnis.

 

“Program ini bukan sekadar penyerahan sertifikat, tetapi merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Ketika produk memiliki sertifikasi halal, kepercayaan konsumen akan meningkat dan peluang usaha pun semakin terbuka,” kata Maryono.

 

Pemerintah Kota Tangerang, lanjut Maryono, terus berkomitmen mendukung perkembangan UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, fasilitasi legalitas, pengembangan pemasaran digital, hingga kemudahan memperoleh sertifikasi halal.

 

Menurutnya, UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian daerah. Sektor ini tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi lokal.

 

Karena itu, pemerintah terus menghadirkan berbagai kebijakan yang mempermudah pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memenuhi aspek legalitas, serta memperluas akses ke pasar yang lebih besar.

 

“Kami ingin UMKM Kota Tangerang terus berkembang dan naik kelas. Kami akan terus menghadirkan berbagai kemudahan agar para pelaku usaha memiliki kemampuan untuk bersaing, baik dari sisi kualitas produk, legalitas usaha, maupun akses pasar,” ujar Maryono.

 

Ia berharap kepemilikan sertifikat halal mampu menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus menjaga mutu produk, meningkatkan inovasi, menerapkan standar produksi yang baik, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran.

 

Maryono optimistis semakin banyak produk UMKM asal Kota Tangerang yang mampu masuk ke pasar modern, memperluas jaringan bisnis, hingga bersaing di pasar internasional. Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, dan para pelaku UMKM akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

 

“Semoga semakin banyak UMKM Kota Tangerang yang mampu menembus pasar modern, memperluas jaringan usahanya, bahkan membawa produk lokal ke pasar global. Dengan kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah, dunia industri, dan pelaku usaha, saya optimistis UMKM akan menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Maryono.***