Tim Sepak Bola Putri Tangsel Siap Taklukkan Dunia, Benyamin Davnie Lepas Kontingen ke Swedia Bawa Misi Harumkan Indonesia

Kilas Banten
30 Jun 2026 11:06
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, secara resmi melepas kontingen sepak bola putri Kota Tangerang Selatan yang akan bertanding pada ajang nasional hingga internasional. Pelepasan berlangsung di Ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Selasa (30/6/2026).

 

Sebanyak 72 orang yang terdiri dari pemain, pelatih, dan ofisial diberangkatkan menuju Kudus, Jawa Tengah. Di kota tersebut mereka akan mengikuti kompetisi sepak bola nasional yang dijadwalkan berlangsung mulai 3 Juli 2026.

 

Setelah menyelesaikan pertandingan di tingkat nasional, sebanyak 23 pemain terbaik akan melanjutkan perjuangan ke Swedia. Mereka akan mewakili Indonesia dalam turnamen bergengsi Meet the World with SKF, yang mempertemukan tim muda dari 78 negara.

 

Benyamin Davnie menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim sepak bola putri Tangerang Selatan yang berhasil menembus kompetisi internasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.

 

“Ini sangat membanggakan, karena mereka sudah berada di level nasional dan internasional dalam sepak bola putri. Ini berkat kegigihan semua pihak, mulai dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di Tangsel, orang tua, hingga klub. Dengan segala keterbatasan yang ada, mereka mampu meraih prestasi yang luar biasa,” ujar Benyamin.

 

Ia menegaskan, pencapaian tersebut tidak diraih dalam waktu singkat. Peran Sekolah Sepak Bola (SSB), klub, pelatih, serta dukungan keluarga menjadi fondasi penting yang mengantarkan para atlet muda mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

 

Keikutsertaan tim putri Tangsel di Swedia juga menjadi hasil dari prestasi gemilang pada kompetisi regional. Gelar juara yang mereka raih menjadi tiket untuk tampil membawa nama Indonesia di ajang internasional.

 

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola putri di Tangerang Selatan berkembang dengan baik. Sejak dibentuk pada 2021, tim terus mengalami peningkatan kualitas hingga mampu bersaing di panggung dunia.

 

Pemerintah Kota Tangerang Selatan turut memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan para atlet. Meski demikian, Benyamin menjelaskan bahwa seluruh biaya keberangkatan menuju Kudus maupun Swedia didukung oleh sponsor swasta.

 

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga membutuhkan kolaborasi agar atlet dapat berkembang secara maksimal.

 

“Apapun hasilnya sudah luar biasa, apalagi jika bisa juara tentu akan lebih luar biasa lagi. Kami akan tetap memberikan dukungan penuh,” katanya.

 

Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi para pemain agar tampil percaya diri dan memberikan penampilan terbaik selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

 

Sementara itu, Ketua PSSI Tangerang Selatan, Erlangga Yudha Nugraha, memastikan seluruh pemain telah menjalani program latihan intensif sebelum bertolak ke Kudus dan Swedia. Persiapan dilakukan tidak hanya dari sisi teknik dan taktik, tetapi juga kondisi fisik para atlet.

 

Menurut Erlangga, tim pelatih memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan nutrisi seluruh pemain. Asupan makanan bergizi serta vitamin akan dipantau langsung oleh ofisial selama turnamen berlangsung agar kondisi fisik tetap prima.

 

“Kami berharap kesempatan tampil di tingkat internasional ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh tim sehingga mampu membawa nama baik Kota Tangerang Selatan di mata dunia,” ujarnya.

 

Keberangkatan tim sepak bola putri Tangerang Selatan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Kesempatan tampil melawan peserta dari puluhan negara membuktikan bahwa atlet muda daerah memiliki kemampuan untuk bersaing di level internasional.

 

Ajang Meet the World with SKF juga menjadi pengalaman berharga bagi para pemain untuk meningkatkan kualitas permainan, menambah jam terbang, serta memperluas wawasan dalam menghadapi tim-tim dari berbagai belahan dunia.

 

Harapan besar kini mengiringi langkah tim sepak bola putri Tangsel. Mereka tidak hanya membawa nama Kota Tangerang Selatan, tetapi juga mengemban misi mengharumkan Indonesia di hadapan peserta dari 78 negara. Keikutsertaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan semua pihak mampu melahirkan atlet-atlet muda yang siap bersaing di panggung dunia.***