Wakil Wali Kota Tangerang Maryono menghadiri doa bersama lintas agama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Metro Tangerang Kota sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi menjaga keamanan dan persatuan.KILAS BANTEN – Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk memberikan penghargaan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas dedikasinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menegaskan bahwa stabilitas keamanan yang selama ini terjaga merupakan hasil kerja sama erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Maryono saat menghadiri kegiatan doa bersama lintas agama yang digelar Polres Metro Tangerang Kota di Markas Komando Polres Metro Tangerang Kota. Kegiatan itu dihadiri Kapolres Metro Tangerang Kota beserta jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh agama dari berbagai latar belakang.
Maryono menilai peran Polri sangat penting dalam menciptakan suasana Kota Tangerang yang aman, tertib, dan kondusif.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi fondasi utama bagi kelancaran pembangunan daerah, pelayanan publik, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia mengatakan keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kota Tangerang, Polri, TNI, tokoh agama, serta masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas daerah.
“Keamanan adalah kunci utama. Selama ini, sinergi yang sangat kokoh antara Pemerintah Kota Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota, TNI, tokoh agama, hingga seluruh elemen masyarakat telah terbukti menjadi modal utama dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan damai di kota kita,” ujar Maryono, Rabu, 1 Juli 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut harus terus diperkuat karena tantangan di bidang keamanan akan terus berkembang. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan masyarakat dituntut menjaga komunikasi serta koordinasi agar mampu menghadapi berbagai dinamika sosial yang semakin kompleks.
Selain menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80, doa bersama lintas agama juga dinilai memiliki makna strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat Kota Tangerang yang hidup dalam keberagaman.
Maryono menyebut kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya semangat toleransi yang selama ini menjadi ciri masyarakat Kota Tangerang. Ia berharap nilai saling menghormati antarpemeluk agama dan budaya terus dijaga agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Doa lintas agama hari ini adalah bukti nyata bahwa di tengah keberagaman, nilai kesatuan tetap dipegang teguh, yaitu kedamaian Kota Tangerang. Mari kita terus rawat toleransi ini dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan,” kata Maryono.
Dalam kesempatan itu, Maryono juga berharap Polri terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum sekaligus pelindung, pengayom, dan mitra masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi yang dekat dengan warga akan memperkuat rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Ia menambahkan, hubungan kemitraan antara Pemerintah Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota selama ini telah berjalan dengan baik. Sinergi tersebut diharapkan semakin kuat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan keamanan dan persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
“Mari kita terus jaga hubungan kemitraan dan komunikasi dua arah yang telah terjalin baik selama ini antara pemerintah daerah dan kepolisian, sehingga dapat terus diperkuat guna menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” pungkasnya.
Peringatan Hari Bhayangkara ke 80 di Kota Tangerang tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum ini juga mempertegas komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga keamanan, merawat toleransi, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif demi mendukung keberlanjutan pembangunan di Kota Tangerang.***