Tangerang

Menag Resmikan IABN Sriwijaya Tangerang, Nasaruddin Umar: Kampus Harus Jadi Rumah Besar Kemanusiaan

×

Menag Resmikan IABN Sriwijaya Tangerang, Nasaruddin Umar: Kampus Harus Jadi Rumah Besar Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan IABN Sriwijaya Tangerang sebagai institut agama Buddha negeri pertama di Indonesia sekaligus meluncurkan Gedung Pusat Layanan Informasi Pendidikan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan IABN Sriwijaya Tangerang sebagai institut agama Buddha negeri pertama di Indonesia sekaligus meluncurkan Gedung Pusat Layanan Informasi Pendidikan.

KILAS BANTEN – Peresmian Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang menjadi babak baru dalam perkembangan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Perubahan status dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya menjadi institut menandai lahirnya institut agama Buddha negeri pertama di Tanah Air.

Peresmian yang berlangsung di kampus IABN Sriwijaya, Jalan Edutown BSD City, Kelurahan Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Pada kesempatan tersebut, Menag juga meresmikan Gedung Pusat Layanan Informasi Pendidikan yang akan menjadi pusat pelayanan akademik dan administrasi kampus.

Acara bersejarah itu turut dihadiri Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Muhammad Ishom. Kehadirannya menjadi simbol dukungan terhadap penguatan sinergi antarperguruan tinggi keagamaan di Indonesia, Rabu kemarin.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Prof. Muhammad Ishom turut menghadiri acara peresmian Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang oleh Menag Prof Nasaruddin Umar yang disambut langsung oleh Rektor IABN Sriwijaya Tangerang, Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, Rabu (21/10/2026)
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Prof. Muhammad Ishom turut menghadiri acara peresmian Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang oleh Menag Prof Nasaruddin Umar yang disambut langsung oleh Rektor IABN Sriwijaya Tangerang, Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, Rabu (21/10/2026)

Perubahan status IABN Sriwijaya mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2026. Dengan regulasi tersebut, kampus ini resmi menjadi institut agama Buddha negeri pertama di Indonesia.

“Hari ini merupakan hari yang bersejarah karena untuk pertama kalinya kita memiliki Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kamis (22/10/2026).

Menag mengapresiasi percepatan pembangunan fasilitas kampus yang dinilai mencerminkan tata kelola organisasi yang baik. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak diukur dari megahnya gedung semata, melainkan dari kualitas sumber daya manusia yang berhasil dibentuk.

Baca Juga  Andra Soni Dorong IGIC 2026 Jadi Panggung Diplomasi Islam Dunia, Bidik Solusi Damai untuk Konflik Global

Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, kampus dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan bangsa.

Dalam keterangannya, Nasaruddin Umar juga mengangkat filosofi Yowana, Shuka, Widya, dan Laya sebagai nilai yang harus diwujudkan di lingkungan kampus. Filosofi tersebut menggambarkan perguruan tinggi sebagai ruang yang menghadirkan keindahan, kebahagiaan, ilmu pengetahuan yang membebaskan, sekaligus tempat bernaung bagi seluruh kalangan.

“Gedung ini harus menjadi jantung kehidupan IABN Tangerang,” kata Nasaruddin.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan perguruan tinggi sebagai Big House for Humanity atau rumah besar bagi kemanusiaan. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, suku, budaya, maupun latar belakang lainnya.

Selain itu, Menag mendorong penguatan kolaborasi antarkampus, termasuk dengan Universitas Islam Negeri. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hasil penelitian, publikasi ilmiah, hingga berbagai inovasi akademik yang dihasilkan perguruan tinggi.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Nasaruddin Umar juga mengingatkan pentingnya menyikapi kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijaksana. Menurutnya, inovasi teknologi harus selalu diiringi dengan nilai moral, etika, dan tanggung jawab agar benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Sementara itu, Rektor IABN Sriwijaya Tangerang, Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, menyampaikan bahwa perubahan status menjadi institut merupakan amanah besar yang harus dijawab melalui peningkatan mutu pendidikan, penguatan tata kelola, serta perluasan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa transformasi tersebut bukan sekadar perubahan nama lembaga. Lebih dari itu, status baru menjadi langkah strategis untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik, memiliki integritas tinggi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.***