Hardiknas 2026, IMM Serang Raya Bongkar “Rapor Merah” Pendidikan dan Desak Audit Total

Kilas Banten
2 Mei 2026 22:21
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Serang menggelar aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu, 2 Mei 2026. Mereka turun ke Alun-alun Kota Serang untuk menyuarakan kritik terhadap kondisi pendidikan di Kota dan Kabupaten Serang yang dinilai belum mengalami perbaikan berarti.

 

Aksi berlangsung sejak siang hingga sore hari. Massa menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka juga membakar ban di tengah aksi sebagai bentuk simbolik kekecewaan terhadap kebijakan pendidikan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

 

Ketua PC IMM Serang, Ahmad Zaenudin, mengatakan aksi tersebut merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap masa depan pendidikan di Serang Raya. Ia menilai kondisi pendidikan saat ini berada dalam kategori “rapor merah”.

 

“Rapor merah pendidikan di Kota Serang dan Kabupaten Serang bukan sekadar evaluasi tahunan. Ini menunjukkan kegagalan arah kebijakan pendidikan,” kata Ahmad dalam orasinya, Sabtu, 2 Mei 2026.

 

Ia menilai pemerintah daerah lebih fokus pada capaian administratif. Menurutnya, laporan yang disusun sering kali tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menyoroti masih banyak ruang kelas yang tidak layak pakai, keterbatasan fasilitas belajar, serta ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah.

 

Selain itu, IMM Serang menilai kebijakan pendidikan tidak berjalan konsisten. Program pendidikan disebut kerap berubah mengikuti dinamika politik dan pergantian kepemimpinan. Kondisi ini dinilai menghambat pembangunan sistem pendidikan jangka panjang.

 

“Kebijakan sering berubah tanpa arah yang jelas. Pendidikan akhirnya berjalan tanpa fondasi yang kuat,” ujar Ahmad.

 

Isu anggaran juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Mahasiswa menilai besarnya alokasi dana pendidikan belum diikuti dengan pengelolaan yang efektif. Mereka menduga masih terjadi inefisiensi dalam penggunaan anggaran.

 

“Kegagalan ini bersifat struktural. Mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan,” ucapnya.

 

Di sisi lain, IMM Serang juga menyoroti kondisi tenaga pendidik. Mereka menilai dukungan terhadap guru masih terbatas. Pemerataan tenaga pengajar belum tercapai. Program pelatihan dinilai belum optimal. Sementara itu, kesejahteraan guru disebut masih perlu ditingkatkan.

 

Aksi ini menjadi bagian dari refleksi Hardiknas 2026. Mahasiswa menilai momentum tersebut harus digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pendidikan secara menyeluruh. Mereka menegaskan bahwa perbaikan pendidikan tidak bisa ditunda.

 

Dalam tuntutannya, IMM Serang mendesak pemerintah daerah segera melakukan audit total terhadap sistem pendidikan. Audit tersebut diminta tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mencakup efektivitas program serta dampaknya terhadap kualitas pendidikan di lapangan.

 

Mahasiswa berharap pemerintah dapat merespons tuntutan tersebut dengan langkah konkret. Mereka menilai transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk memperbaiki sistem pendidikan di Serang Raya. Dengan audit menyeluruh, mereka berharap masalah mendasar dalam sektor pendidikan dapat teridentifikasi dan segera diperbaiki.***