Peserta pelatihan PKHP di Kecamatan Jatiuwung mengikuti sesi kewirausahaan yang digelar Pemkot TangerangKILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang tancap gas memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), pemkot menggelar Pelatihan Kepemimpinan dan Kemandirian Perempuan (PKHP) secara roadshow di 13 kecamatan.
Program ini menjadi strategi konkret untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan sekaligus menekan angka kemiskinan di tingkat lokal. Salah satu pelatihan berlangsung di Kecamatan Jatiuwung dan diikuti puluhan peserta dengan antusias tinggi.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang, Masturoh Sachrudin, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak sekadar teori. Ia menilai, perempuan memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi keluarga.
“Program ini adalah langkah nyata untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Harapannya, ilmu yang didapat tidak berhenti di teori, tetapi bisa langsung dipraktikkan,” ujar Masturoh, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia juga mengapresiasi semangat peserta yang aktif mengikuti setiap sesi pelatihan. Menurutnya, motivasi dan kemauan belajar menjadi kunci utama dalam melahirkan pelaku usaha baru yang tangguh.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menjelaskan bahwa PKHP tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi. Program ini juga menyasar aspek sosial dan budaya sebagai bagian dari pemberdayaan perempuan secara menyeluruh.
“Fokus utama kegiatan ini adalah pengarusutamaan gender. Kami ingin perempuan memiliki peran setara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Tihar.
Ia menyebutkan, pelatihan digelar merata di 13 kecamatan dengan target sekitar 100 peserta di setiap wilayah. Pemkot menargetkan lahirnya wirausaha perempuan baru yang mandiri dan mampu bersaing di pasar.
“Kami ingin mencetak pelaku ekonomi baru dari kalangan perempuan. Mereka diharapkan bisa berkontribusi langsung dalam menggerakkan ekonomi di lingkungannya,” jelasnya.
Lebih jauh, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat akar rumput. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat dalam kegiatan usaha, struktur ekonomi lokal diyakini akan semakin kokoh dan inklusif.
Tidak hanya itu, pelatihan PKHP juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tangerang. Peserta didorong untuk membangun jaringan bisnis, memperluas pasar, serta meningkatkan kualitas produk.
Pemkot Tangerang menilai pemberdayaan perempuan sebagai investasi jangka panjang. Perempuan yang mandiri secara ekonomi dinilai mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
Program ini juga menjadi langkah konkret untuk mengurangi kesenjangan gender di sektor ekonomi. Melalui pelatihan dan pendampingan, perempuan didorong untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha dan mengambil peran strategis dalam pembangunan.
Ke depan, pemerintah berharap program PKHP dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan cakupan luas dan partisipasi aktif masyarakat, pelatihan ini diyakini mampu melahirkan lebih banyak wirausaha perempuan yang inovatif dan berdaya saing.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Tangerang dalam menciptakan pembangunan yang inklusif. Tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan sejahtera.***