UMKM Kota Tangerang Bersiap Tembus Ritel Nasional, Pemkot Gaspol Latih Branding hingga Kemasan Produk

Kilas Banten
12 Mei 2026 19:11
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar modern. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM), Pemkot Tangerang menggelar bimbingan teknis peningkatan desain dan daya saing produk bagi ratusan pelaku usaha lokal.

 

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari di Gedung Cisadane, Kota Tangerang. Sebanyak 100 pelaku UMKM dari 13 kecamatan ikut ambil bagian dalam pelatihan itu. Mereka berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan.

 

Program ini difokuskan untuk memperkuat kualitas produk lokal agar mampu masuk ke pasar ritel modern dan memperluas jangkauan pemasaran secara nasional. Materi yang diberikan mencakup desain kemasan, branding produk, pemasaran digital, hingga strategi penjualan di marketplace.

 

Ketua Tim Kerja Penguatan Daya Saing dan Perlindungan Usaha Mikro Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Irfansyah, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan rutin untuk UMKM pemula di Kota Tangerang.

 

“Kegiatan ini merupakan Bimtek peningkatan desain bagi UMKM startup di 13 kecamatan. Materinya mulai dari kemasan, konsultasi desain logo, fasilitasi pendaftaran merek, sampai strategi promosi melalui marketplace dan platform digital,” kata Irfansyah, Selasa, 12 Mei 2026.

 

Ia menilai masih banyak pelaku usaha lokal yang memiliki produk berkualitas, namun belum mampu bersaing karena terkendala tampilan produk dan strategi pemasaran. Kondisi itu membuat pemerintah daerah turun tangan memberikan pendampingan secara langsung.

 

Menurutnya, persaingan usaha saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga identitas merek dan kemasan yang menarik. Karena itu, pelaku UMKM harus memahami standar pasar modern agar mampu menarik perhatian konsumen.

 

“Harapannya produk UMKM Kota Tangerang bisa masuk ke berbagai pasar ritel, baik di dalam maupun luar daerah. Pelaku usaha harus memahami standar kemasan, administrasi, hingga strategi pemasaran yang tepat,” ujarnya.

 

Selain pelatihan, Pemkot Tangerang juga menyiapkan program pendampingan lanjutan. Pendampingan itu meliputi fasilitasi pendaftaran merek dagang, pembuatan barcode produk, hingga kesempatan mengikuti pameran UMKM di berbagai wilayah.

 

Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Terlebih, perkembangan perdagangan digital memberikan peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau konsumen di seluruh Indonesia tanpa harus membuka toko fisik.

 

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif berdiskusi dan berkonsultasi dengan pemateri. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk menggali strategi pengembangan usaha yang lebih efektif.

 

Ruslan Dahlang, salah satu pelaku UMKM kuliner, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari pelatihan tersebut. Ia menyebut materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha saat ini.

 

“Kegiatan ini sangat bagus untuk pelaku usaha. Kami belajar soal packaging, menentukan harga, distribusi, hingga pemasaran supaya produk lebih unggul dan punya daya saing,” katanya.

 

Hal serupa disampaikan Wiwin Busana, pelaku UMKM fesyen asal Kecamatan Pinang. Ia menilai pelatihan tersebut mampu meningkatkan semangat pelaku usaha agar terus berkembang dan berani memperluas pasar.

 

“Harapannya UMKM bisa berkembang lebih pesat dan pemasaran semakin luas sampai seluruh Indonesia. Kegiatan ini sangat memotivasi kami untuk terus maju dan berkarya,” ujar Wiwin.

 

Pemkot Tangerang berharap program pembinaan ini mampu menciptakan UMKM yang lebih profesional, mandiri, dan siap menghadapi persaingan pasar nasional. Dengan kualitas produk yang terus meningkat, UMKM lokal diharapkan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.***