DKP Kota Tangerang Gelar Pelatihan Pangan Sehat, Orang Tua Siswa di Tangerang Diajari Bikin Ramen Sagu hingga Puding Sayur

Kilas Banten
13 Mei 2026 11:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus menggencarkan edukasi pola makan sehat di lingkungan sekolah. Melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP), pemerintah menggelar pelatihan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal dengan konsep B2SA atau Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman di SMPN 1 Tangerang.

 

Berbeda dari tahun sebelumnya yang menyasar siswa, pelatihan kali ini ditujukan khusus bagi para orang tua murid. Langkah tersebut dilakukan agar penerapan pola makan sehat tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga.

 

Kegiatan itu mendapat respons positif dari peserta. Puluhan orang tua siswa terlihat antusias mengikuti praktik memasak makanan sehat yang dipandu langsung oleh tim DKP bersama chef profesional.

 

Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Kota Tangerang, Lisnah mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan teori tentang pola makan sehat. Para peserta juga dilatih mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian modern yang menarik bagi anak-anak.

 

“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan pelatihan untuk orang tua murid, guru dan juga kader Pansat atau Pangan Aman Sehat untuk Hebat. Kami ingin para ibu tidak hanya memahami konsep B2SA, tetapi juga memiliki keterampilan memasak yang bermanfaat untuk kesehatan anak dan ekonomi keluarga,” ujar Lisnah, Rabu, 13 Mei 2026.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai menu kreatif berbahan pangan lokal. Salah satu menu yang menarik perhatian ialah ramen berbahan dasar sagu yang dijadikan alternatif pengganti mi instan berbahan tepung terigu.

 

Selain ramen sagu, peserta juga diajarkan membuat ayam angkak dan puding sayur berbahan wortel serta jagung. Menu-menu tersebut dirancang agar tetap lezat, menarik bagi anak-anak, sekaligus memenuhi kebutuhan gizi harian.

 

Menurut Lisnah, pemanfaatan pangan lokal menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat. Selain itu, cara tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu seperti nasi dan tepung impor.

 

Ia menjelaskan, sumber karbohidrat tidak selalu harus berasal dari nasi. Banyak bahan pangan lokal yang memiliki kandungan gizi tinggi dan dapat diolah menjadi makanan modern yang sehat dan disukai anak-anak.

 

“Kami ingin orang tua bisa menyiapkan makanan sehat di rumah dengan standar gizi yang baik. Kebutuhan anak mulai dari karbohidrat, protein, vitamin hingga mineral harus terpenuhi setiap hari,” katanya.

 

Program pelatihan tersebut menjadi bagian dari kampanye pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat sejak usia sekolah. DKP berharap para orang tua memiliki pemahaman lebih baik mengenai penyajian makanan yang seimbang dan aman dikonsumsi anak.

 

Salah satu peserta, Waika Ismalia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan tersebut. Orang tua siswa kelas 7A SMPN 1 Tangerang itu menyebut masih banyak masyarakat yang menganggap nasi sebagai satu-satunya sumber karbohidrat utama.

 

“Kebetulan anak saya tidak mengonsumsi nasi. Dari pelatihan ini saya jadi tahu bahwa sumber karbohidrat tidak selalu berasal dari nasi,” ujar Waika.

 

Ia berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut bisa diterapkan di rumah agar anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

 

“Semoga makanan yang disajikan semakin beragam dan penuh vitamin, sehingga anak-anak bisa tumbuh sehat dan optimal,” tambahnya.

 

Melalui program B2SA, Pemkot Tangerang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan sehat terus meningkat. Pemerintah menilai pola makan sehat tidak hanya penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan generasi yang produktif, cerdas, dan berkualitas di masa depan.***