Akhir Nataru 2025 Meledak! Pelindo Tambah Dermaga dan Perluas Area Tunggu Pelabuhan Ciwandan

Kilas Banten
29 Des 2025 09:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Arus Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga hari ke-10 masa pelayanan Nataru, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten mencatat lonjakan signifikan pada pergerakan kapal, penumpang, dan kendaraan. Untuk mengantisipasi kepadatan, Pelindo mengambil langkah cepat dengan menambah kapasitas dermaga dan memperluas area tunggu kendaraan.

Berdasarkan data posko pelayanan Pelindo Regional 2 Banten per 28 Desember 2025 pukul 19.43 WIB, aktivitas pelabuhan meningkat sejak hari pertama Nataru. Total pergerakan kapal penyeberangan tercatat mencapai 187 trip atau call. Rata-rata, sekitar 20 trip kapal beroperasi setiap hari guna melayani mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir tahun.

Lonjakan juga terjadi pada jumlah penumpang. Sejak hari perdana pelayanan, Pelabuhan Ciwandan telah melayani 27.177 orang. Dalam lima hari terakhir, jumlah penumpang harian berada di kisaran 3.000 hingga 4.000 orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan jalur laut sebagai alternatif perjalanan yang dinilai lebih efisien.

Selain penumpang, arus kendaraan turut meningkat tajam. Sepanjang masa pelayanan hingga hari ke-10, sebanyak 21.278 unit kendaraan tercatat menyeberang melalui Pelabuhan Ciwandan. Kendaraan roda dua mendominasi dengan jumlah 11.534 unit.

Sementara itu, kendaraan logistik berupa truk mencapai 9.744 unit. Kondisi ini menegaskan peran Pelabuhan Ciwandan sebagai simpul penting mobilitas orang dan distribusi barang di wilayah Banten dan sekitarnya.

Melihat tren peningkatan tersebut, manajemen Pelindo Regional 2 Banten mengambil langkah strategis untuk menjaga kelancaran operasional. Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah penambahan kapasitas tambatan kapal. Dari sebelumnya hanya tiga tambatan, kini kapasitas sandar ditingkatkan menjadi empat tambatan aktif.

Tambatan tersebut tersebar di sejumlah dermaga. Dermaga 05A kini mengoperasikan dua tambatan. Sementara Dermaga 007 dan Dermaga 002 masing-masing difungsikan satu tambatan. Penambahan ini bertujuan mempercepat proses sandar kapal dan mempersingkat waktu tunggu, terutama saat volume kapal meningkat.

Optimalisasi tidak hanya dilakukan di sisi laut. Pelindo Regional 2 Banten juga memperluas buffer area atau area tunggu kendaraan di darat. Sebelumnya, area tunggu hanya memanfaatkan Lapangan Ex Holcim dan Lapangan R2. Kini, kapasitas diperluas dengan menambah Lapangan Dermaga 001 dan Lapangan Helipad. Langkah ini dilakukan untuk mengurai antrean kendaraan agar tidak menumpuk di dalam maupun luar area pelabuhan.

General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, mengatakan seluruh langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pengguna jasa. Ia menegaskan bahwa manajemen terus memantau kondisi lapangan secara langsung.

“Kami memantau kondisi operasional secara real-time. Jumlah kapal yang beroperasi meningkat dari semula delapan atau sembilan kapal menjadi sepuluh kapal. Hal ini menuntut kesiapan pelabuhan yang lebih optimal,” ujar Benny dalam keterangannya, Senin, 29 Desember 2025.

Menurut Benny, penambahan tambatan kapal dan perluasan buffer area merupakan langkah taktis untuk memastikan keselamatan serta kelancaran arus bongkar muat. Kebijakan tersebut akan diterapkan hingga berakhirnya masa angkutan Nataru 2025/2026.

Pelindo Regional 2 Banten juga mengimbau seluruh pengguna jasa agar mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Sinergi antara operator pelabuhan, regulator, dan aparat keamanan terus diperkuat agar layanan Nataru berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pelindo Regional 2 Banten menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pelabuhan yang responsif di tengah tingginya mobilitas masyarakat, sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati.