BBM Pertamax Naik, Pemkot Tangerang Ajak Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi, Naik Bus Tayo dan Si Benteng Cuma Rp2 Ribu

Kilas Banten
15 Jun 2026 09:15
3 menit membaca

KILAS BANTEN – BBM Pertamax yang mengalami penyesuaian harga mulai berdampak pada pengeluaran masyarakat, khususnya biaya transportasi harian. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang mengajak warga memanfaatkan layanan transportasi umum Bus Tayo dan Angkot Si Benteng yang hanya mematok tarif Rp2 ribu untuk sekali perjalanan.

 

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat agar tetap dapat beraktivitas tanpa harus terbebani meningkatnya biaya bahan bakar. Selain membantu menghemat pengeluaran, penggunaan transportasi publik juga dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah perkotaan.

 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely, mengatakan kenaikan harga BBM menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke moda transportasi umum.

 

“Di tengah adanya penyesuaian harga BBM, kami mengajak masyarakat untuk mulai beralih menggunakan transportasi umum yang telah disediakan Pemkot Tangerang,” kata Suhaely, Senin, 15 Juni 2026.

 

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik agar semakin nyaman, aman, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Perbaikan dilakukan tidak hanya pada aspek pelayanan, tetapi juga aksesibilitas sehingga masyarakat memiliki alternatif transportasi yang lebih efisien.

 

“Selain lebih terjangkau, layanan Bus Tayo dan Angkot Si Benteng juga terus kami tingkatkan dari sisi kenyamanan dan aksesibilitas,” ujarnya.

 

Saat ini Bus Tayo telah melayani empat koridor utama yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di Kota Tangerang. Jalur tersebut memudahkan masyarakat menjangkau pusat pemerintahan, kawasan permukiman, pusat perdagangan, hingga berbagai fasilitas pelayanan publik.

 

Sementara itu, Angkot Si Benteng berperan sebagai angkutan pengumpan atau feeder yang menghubungkan kawasan permukiman dengan jalur utama Bus Tayo. Integrasi kedua moda transportasi ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan lanjutan tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

 

Pemkot Tangerang menilai semakin banyak masyarakat menggunakan angkutan umum, maka semakin besar pula peluang mengurangi kemacetan di jalan raya. Selain berdampak pada kelancaran arus lalu lintas, kebiasaan menggunakan transportasi publik juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih ramah lingkungan.

 

Pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dinilai dapat membantu menekan emisi gas buang sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Karena itu, pemerintah daerah terus mengoptimalkan pelayanan agar masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari.

 

Suhaely berharap Bus Tayo dan Angkot Si Benteng dapat menjadi pilihan utama masyarakat di tengah meningkatnya biaya hidup akibat kenaikan harga BBM.

 

“Selain membantu mengurangi beban pengeluaran akibat kenaikan BBM, penggunaan angkutan umum juga berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih tertib dan berkelanjutan,” ungkapnya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas transportasi yang telah disediakan pemerintah daerah. Dengan tarif hanya Rp2 ribu, warga tetap dapat bepergian secara hemat tanpa mengurangi aspek keamanan maupun kenyamanan selama perjalanan.

 

Menurut Suhaely, keberadaan Bus Tayo dan Angkot Si Benteng merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menyediakan layanan transportasi publik yang murah, mudah dijangkau, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.

 

“Melalui pemanfaatan transportasi umum, Pemkot Tangerang optimistis masyarakat dapat tetap beraktivitas secara produktif tanpa harus terbebani dengan meningkatnya biaya perjalanan di tengah dinamika harga BBM saat ini,” tutupnya.***