Bendungan Polor Jadi Sorotan, Pemkot Tangerang Siap Bongkar Akar Penyebab Banjir Menahun di Cipondoh

Kilas Banten
16 Mei 2026 09:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang mendukung penuh langkah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane yang akan melakukan evaluasi teknis terhadap Bendungan Polor di Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh.

 

Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan banjir yang selama bertahun-tahun kerap melanda kawasan permukiman di sekitar aliran Kali Angke. Pemkot Tangerang menilai keberadaan bendungan itu perlu dikaji ulang karena diduga menjadi salah satu faktor yang menghambat aliran air menuju hilir.

 

Akibatnya, debit air Kali Angke dinilai tidak mengalir maksimal, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Tangerang dan sekitarnya dalam waktu lama.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan evaluasi teknis yang akan dilakukan BBWS Ciliwung Cisadane merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir menahun di kawasan Cipondoh.

 

“Kami menyambut baik rencana BBWS Ciliwung-Cisadane yang akan mengambil tindakan evaluasi terkait keberadaan Bendungan Polor yang kalau dihitung secara matematis itu menjadi penghambat debit air Kali Angke sehingga banjir sering kali melanda kawasan pemukiman sekitar,” ujar Taufik, Sabtu, 16 Mei 2026.

 

Menurut Taufik, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan Bendungan Polor menjadi salah satu titik krusial yang memengaruhi kelancaran aliran sungai. Ketika debit air meningkat, aliran Kali Angke tidak mampu bergerak optimal menuju hilir sehingga air meluap dan menggenangi rumah warga.

 

Kawasan Kampung Candulan disebut menjadi salah satu wilayah yang paling sering terdampak banjir. Genangan biasanya muncul saat hujan dengan intensitas tinggi turun dalam durasi cukup panjang.

 

Karena itu, pemerintah daerah mendukung evaluasi menyeluruh untuk menentukan langkah teknis terbaik dalam penanganan aliran sungai di kawasan tersebut. Pemkot Tangerang juga memastikan proses evaluasi akan melibatkan lintas sektoral sebelum keputusan akhir diambil.

 

“Hasil evaluasi nantinya akan dibahas bersama-sama dengan lintas sektoral jadi prosesnya masih terus berjalan,” katanya.

 

Selain evaluasi Bendungan Polor, Pemkot Tangerang bersama instansi terkait juga menyiapkan program jangka panjang berupa normalisasi Kali Angke. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai agar aliran air lebih lancar dan risiko banjir bisa ditekan.

 

Beberapa titik menjadi fokus penanganan, mulai dari jalur Bendungan Polor menuju Jembatan Merah, kemudian kawasan Jembatan Merah hingga Ciledug Indah, sampai wilayah Ciledug Indah menuju Graha Raya.

 

Normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimentasi, penataan aliran sungai, serta penguatan infrastruktur pendukung pengendalian banjir.

 

Pemerintah berharap kolaborasi antara Pemkot Tangerang dan BBWS Ciliwung-Cisadane dapat mempercepat solusi penanganan banjir di kawasan padat penduduk tersebut.

 

Masalah banjir di sepanjang Kali Angke memang menjadi perhatian serius pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Selain dipicu tingginya curah hujan, penyempitan aliran sungai dan penumpukan sedimentasi juga disebut memperburuk kondisi saat musim penghujan tiba.

 

Karena itu, evaluasi terhadap Bendungan Polor dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan sistem aliran sungai berjalan lebih optimal dan tidak lagi memicu genangan di kawasan permukiman warga.

 

Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kesadaran warga dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program pengendalian banjir.

 

Dengan evaluasi teknis dan normalisasi sungai yang terus berjalan, pemerintah berharap banjir langganan di kawasan Cipondoh dapat dikurangi secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.***