Berawal dari Gang Sempit di Karawaci, Pengrajin Sepatu Ini Kini Kirim Ribuan Pasang ke Seluruh Indonesia

Kilas Banten
13 Mei 2026 06:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Industri kreatif Kota Tangerang kembali melahirkan kisah inspiratif. Dari sebuah gang sempit di kawasan Karawaci, seorang pengrajin sepatu lokal berhasil membangun usaha rumahan yang kini memasok ribuan pasang sepatu ke berbagai daerah di Indonesia.

 

Sosok tersebut adalah Agus Eliawan atau yang akrab disapa Mas Gokil. Pria asal Kelurahan Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci, itu sukses mengembangkan bisnis sepatu lokal dari bengkel sederhana di Jalan Kampung Kambing.

 

Meski baru berjalan sekitar dua tahun, usaha yang dirintis Agus berkembang pesat. Saat ini, bengkel produksinya dipercaya memproduksi sepatu untuk sekitar 50 merek lokal dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

Perjalanan bisnis tersebut tidak dimulai dengan mudah. Agus mengaku awalnya hanya memproduksi sepatu dalam jumlah kecil, sekitar 50 hingga 100 pasang setiap bulan.

 

Namun, konsistensi menjaga kualitas produk membuat usahanya terus berkembang. Kini, kapasitas produksinya meningkat tajam hingga mencapai 3.000 sampai 4.000 pasang sepatu per bulan.

 

Agus mengatakan kualitas menjadi faktor utama yang selalu dijaga dalam setiap proses produksi. Ia memilih menggunakan bahan canvas cotton karena dinilai nyaman dipakai dan memiliki daya tahan yang baik.

 

Selain fokus pada kualitas bahan, Agus juga menerapkan strategi riset pasar sebelum meluncurkan desain baru. Menurut dia, memahami tren anak muda menjadi langkah penting agar produk yang dibuat mampu bersaing di pasar.

 

“Dalam proses kreatif, kami melakukan survei desain mulai dari tempat nongkrong, kafe, hingga pusat perbelanjaan. Setelah konsep sampel dibuat, kami melakukan validasi langsung kepada target pasar anak muda,” ujar Agus, Rabu, 13 Mei 2026.

 

Ia menjelaskan, proses produksi massal baru dilakukan setelah desain yang dibuat mendapat respons positif dari calon konsumen.

 

“Begitu kami yakin 80 persen desain tersebut diterima, barulah kami melanjutkan ke tahap produksi massal,” katanya.

 

Strategi tersebut terbukti efektif. Produk sepatu buatannya kini mampu mengikuti tren pasar dan diterima konsumen dari berbagai daerah.

 

Keberhasilan usaha tersebut juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar. Agus mengaku saat ini usahanya melibatkan sekitar 30 hingga 40 tenaga kerja yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda di Karawaci.

 

“Saat ini kami melibatkan sekitar 30 sampai 40 tenaga kerja yang mayoritas adalah anak-anak muda dan warga sekitar sini,” ujarnya.

 

Menurut Agus, industri kreatif lokal memiliki peluang besar untuk terus berkembang, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dalam negeri.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggunaan produk lokal memang mengalami peningkatan. Banyak konsumen mulai melirik brand lokal karena dianggap memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk luar negeri.

 

Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kreatif untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

 

Agus menilai keberanian memulai usaha dan kemampuan membaca tren pasar menjadi kunci penting dalam menghadapi persaingan industri fesyen yang semakin ketat.

 

Ia juga berharap usahanya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani membangun bisnis sendiri dari lingkungan sekitar.

 

Menurut dia, usaha kecil yang dikelola dengan serius tetap memiliki peluang tumbuh menjadi industri besar dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

 

Keberhasilan pengrajin sepatu asal Karawaci ini sekaligus memperlihatkan potensi besar industri kreatif di Kota Tangerang. Dukungan terhadap pelaku usaha lokal dinilai penting agar semakin banyak produk daerah yang mampu bersaing di pasar nasional.***