Bikin Haru, Siswi Disabilitas asal Kota Tangerang Ini Tembus Lomba Puisi Tingkat Provinsi Berkat Semangat Pantang Menyerah

Kilas Banten
13 Mei 2026 10:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Nayla Alifia untuk terus berkarya dan meraih prestasi. Siswi tunadaksa asal Sekolah Khusus Yayasan Karya Dharma Wanita (YDKW) 03 Kota Tangerang itu berhasil mengharumkan nama daerah setelah lolos mewakili Kota Tangerang pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Gebyar Lomba Talenta Siswa Provinsi Banten 2026.

 

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat dan kerja keras mampu mengalahkan segala keterbatasan. Di tengah kondisi fisik tangan dan kaki yang tidak berfungsi sempurna, Nayla tetap konsisten menyalurkan bakatnya di bidang sastra, khususnya puisi.

 

Siswi yang dikenal tekun itu mengaku telah mencintai dunia puisi sejak lama. Menulis dan membaca puisi menjadi cara baginya untuk menyampaikan perasaan sekaligus memperkuat rasa percaya diri.

 

“Saya memang mempunyai hobi menulis bahkan membaca puisi. Di tengah keterbatasan fisik tangan dan kaki saya yang tidak bisa berfungsi sempurna, saya tetap bersemangat belajar dan membuat karya dengan alat bantu tablet atau handphone yang mendapatkan dukungan penuh dari guru-guru dan keluarga sampai bisa mewakili Kota Tangerang di ajang provinsi kali ini,” ujar Nayla Alifia, Rabu, 13 Mei 2026.

 

Dengan memanfaatkan perangkat digital seperti tablet dan telepon genggam, Nayla terus menghasilkan karya puisi yang penuh makna. Dukungan keluarga dan para guru menjadi kekuatan besar yang membuatnya terus berkembang dan berani tampil di berbagai perlombaan.

 

Sebelum melangkah ke tingkat Provinsi Banten, Nayla terlebih dahulu mencatat prestasi membanggakan di tingkat Kota Tangerang. Ia sukses menjadi penulis puisi terbaik dalam ajang FLS3N Kota Tangerang 2026 setelah bersaing dengan puluhan peserta lainnya.

 

Keberhasilan tersebut membuat Nayla semakin percaya diri untuk mengembangkan kemampuan menulisnya. Ia optimistis pengalaman latihan dan proses panjang yang dijalaninya selama ini akan membuahkan hasil terbaik di tingkat provinsi.

 

“Saya sangat optimis dengan semangat dan jalan panjang berlatih selama ini bisa mengukir prestasi yang bisa membanggakan keluarga, sekolah, bahkan Kota Tangerang,” katanya.

 

Bagi Nayla, puisi bukan sekadar kompetisi untuk mencari penghargaan. Sastra menjadi media untuk menyuarakan semangat hidup sekaligus membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga mampu berkarya dan berprestasi.

 

Ia berharap kisah perjuangannya dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lain agar tidak menyerah dalam mengejar cita-cita. Terutama bagi penyandang disabilitas, Nayla ingin menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

 

Selain fokus mengikuti perlombaan, Nayla juga memiliki cita-cita besar di masa depan. Ia ingin melanjutkan pendidikan di bidang Bahasa dan Sastra Indonesia agar dapat menjadi penulis profesional.

 

“Saya juga berharap lomba kali ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian diri, melainkan untuk mencari pengalaman supaya nanti bisa terus melanjutkan pendidikan kuliah di bidang bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan cita-cita saya yang ingin menjadi penulis di masa depan,” ungkapnya.

 

Kisah Nayla menjadi gambaran nyata pentingnya pendidikan inklusif yang memberi ruang bagi seluruh anak untuk berkembang tanpa diskriminasi. Prestasinya juga menunjukkan bahwa dukungan lingkungan, sekolah, dan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk rasa percaya diri anak penyandang disabilitas.

 

Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas di dunia pendidikan maupun sosial, pencapaian Nayla menjadi inspirasi kuat bahwa keterbatasan bukan akhir dari segalanya. Dengan semangat, ketekunan, dan dukungan yang tepat, setiap anak memiliki peluang yang sama untuk meraih mimpi dan masa depan yang lebih baik.***