KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menjadikan peringatan Dies Natalis Ke-64 sebagai momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat dan bangsa.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Auditorium Gedung Rektorat Lantai 3 Kampus 2 UIN SMH Banten, Selasa (20/10/2026).
Mengusung tema “Nyalakan Dampak, Inspirasikan Perubahan”, kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, anggota senat, dekan, sivitas akademika, hingga tamu undangan dari berbagai instansi.
Sidang dibuka oleh Ketua Senat UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. B. Syafuri, M.Hum., sebelum dilanjutkan dengan sambutan Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A.
Dalam pidatonya, Prof. Ishom menegaskan bahwa peningkatan mutu akademik menjadi agenda utama kampus. UIN SMH Banten terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui penambahan guru besar, peningkatan akreditasi program studi menjadi Unggul, serta perluasan akses pendidikan tinggi yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“UIN SMH Banten terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas. Kita ingin melahirkan generasi dan lulusan yang berpikiran besar, berani menargetkan posisi-posisi strategis di tingkat nasional, serta siap menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan di masyarakat,” ujar Prof. Ishom.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepemimpinan, daya saing, dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan orasi ilmiah Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Ia menegaskan bahwa kemajuan Indonesia harus ditopang oleh fondasi kebangsaan yang kokoh agar persatuan tetap terjaga di tengah keberagaman.
Prof. Yudian menjelaskan empat pilar yang disebut sebagai “mukjizat politik” Indonesia, yakni Sumpah Pemuda, lagu Indonesia Raya, Pancasila, dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Keempatnya dinilai menjadi perekat bangsa sekaligus dasar pembentukan identitas nasional sejak awal berdirinya Republik Indonesia.
Selain itu, ia memperkenalkan konsep Triple Transendensi, yaitu integrasi nilai-nilai Pancasila, ajaran Al-Qur’an dan Hadis, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Konsep tersebut diyakini mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan global.
“Dengan fondasi kebangsaan yang kokoh dan penguasaan sains modern, lulusan UIN SMH Banten tidak hanya unggul dalam pemahaman agama, tetapi juga siap menjadi pelopor peradaban yang ramah, toleran, dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia,” tegas Prof. Yudian.
Melalui Dies Natalis Ke-64, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menegaskan tekadnya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan berintegritas. Semangat “Nyalakan Dampak, Inspirasikan Perubahan” diharapkan menjadi penggerak lahirnya inovasi dan kontribusi nyata kampus bagi kemajuan Indonesia.***






