Serang

Jadi Magnet Baru di Banten, Kota Serang Geser Dominasi Tangerang Sebagai Tujuan Utama Migrasi

Kota Serang Magnet Migrasi di Banten
Kota serang Magnet Migrasi di Banten

KILAS BANTEN – Ibu Kota Provinsi Banten, Kota Serang, kini resmi menggeser dominasi wilayah Tangerang Raya sebagai pusat daya tarik penduduk baru.

Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Kota Serang mencatatkan angka migrasi risen tertinggi di tingkat provinsi.

Fenomena ini menandai pergeseran signifikan gravitasi penduduk dari wilayah industri menuju pusat pemerintahan.

Data menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, sekitar 3 hingga 4 dari setiap 100 penduduk Kota Serang merupakan warga yang baru berpindah dari kabupaten atau kota lain.

Otoritas statistik mencatat angka migrasi neto Kota Serang berada di level positif 2,37. Hal ini menegaskan bahwa volume penduduk yang masuk ke Tanah Jawara ini jauh lebih besar dibandingkan penduduk yang keluar.

Bupati Serang Kucurkan Rp1 Miliar untuk Cetak Jawara MTQ 2027, Puluhan Calon Kaligrafer Digembleng Setahun di Lemka

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Kota Tangerang yang selama ini dikenal sebagai pusat industri.

Wilayah tersebut justru mencatatkan angka migrasi neto negatif sebesar -4,18, yang mengindikasikan lebih banyak warga yang meninggalkan kota tersebut dibandingkan yang datang.

Dinamika perpindahan penduduk ini sangat dipengaruhi oleh struktur demografi Banten yang kini didominasi oleh generasi muda.

Sebanyak 71,57 persen penduduk Banten merupakan gabungan dari Generasi Z, Milenial, dan Post-Gen Z.

Kelompok usia produktif ini dikenal sangat dinamis dalam mencari peluang ekonomi serta akses pendidikan yang lebih baik.

Resmi Dilantik, KONI Kabupaten Serang Langsung Mulai Bidik Tiga Besar Porprov Banten 2026, 56 Cabor Siap Berburu Emas

Pergerakan masif generasi muda inilah yang diduga kuat menjadi motor penggerak pesatnya arus migrasi menuju ibu kota provinsi.

Meski menjadi primadona, lonjakan penduduk ini membawa tantangan serius bagi Pemerintah Kota Serang dalam hal daya dukung kota.

BPS menekankan pentingnya peningkatan konektivitas dan pembangunan infrastruktur baru guna mengimbangi pertumbuhan populasi yang pesat.

Pemerataan pembangunan antara wilayah Banten Utara dan Banten Selatan juga menjadi isu krusial agar arus penduduk tidak hanya menumpuk di pusat kota.

Di sisi lain, kebijakan pembangunan harus mulai inklusif mengingat Banten secara keseluruhan tengah bersiap menghadapi tahap awal penuaan penduduk (ageing population).

Bupati Serang Ultimatum KONI Baru, Target Borong Emas di Porprov, Anggaran Atlet Siap Dibongkar Total

Kota Serang kini memiliki peluang emas untuk bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Banten.

Namun, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kematangan penataan infrastruktur yang berkelanjutan serta kesiapan pemerintah dalam mengelola dinamika kependudukan yang ada.***

× Advertisement
× Advertisement