KILAS BANTEN – Menjelang Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-XXI yang akan berlangsung pada 26–30 November 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kendal, Jawa Tengah, Ketua PC IPNU Kabupaten Serang, Adam Damiri, menyerukan agar seluruh kader kembali menempatkan kaderisasi sebagai prioritas utama organisasi.
Menurut Adam, kongres tidak boleh hanya dipandang sebagai forum pergantian kepemimpinan. Agenda lima tahunan tersebut harus menjadi momentum memperkuat fondasi organisasi melalui proses kaderisasi yang berkesinambungan hingga ke tingkat paling bawah.
“Sistem memang penting, tetapi jangan sampai kita terlalu sibuk mengurus mekanisme dan struktur organisasi hingga melupakan kaderisasi. Kekuatan utama IPNU tetap berada pada kader dan keberlangsungan proses pengaderannya,” ujar Adam Damiri, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia menilai keberhasilan sebuah organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan ataupun besarnya struktur kepengurusan. Lebih dari itu, organisasi harus mampu melahirkan kader-kader baru yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang.
Adam menegaskan proses kaderisasi harus dijalankan secara konsisten di seluruh tingkatan kepengurusan. Menurutnya, kaderisasi tidak boleh berhenti sebagai program kerja administratif, tetapi harus menjadi budaya organisasi yang terus hidup.
“Apakah kader baru terus tumbuh, apakah pimpinan di tingkat bawah memperoleh pendampingan yang memadai, itulah ukuran penting keberhasilan organisasi. Jangan berbicara tentang masa depan jika regenerasi tidak dipersiapkan sejak sekarang,” tegasnya.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap peran Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat. Kedua tingkatan tersebut dinilai sebagai garda terdepan dalam membangun karakter pelajar Nahdlatul Ulama sekaligus menjadi fondasi utama kekuatan IPNU di daerah.
Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus, pemerataan program kaderisasi, serta pendampingan kepada kader harus menjadi fokus bersama. Menurut Adam, organisasi yang memiliki akar rumput kuat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan.
“Kaderisasi harus hidup hingga tingkat ranting dan komisariat. Dari sanalah regenerasi dimulai. Jika akar rumput kuat, organisasi akan semakin kokoh. Sebaliknya, apabila akar rumput diabaikan, kita perlu mengevaluasi kembali arah perjuangan organisasi,” katanya.
Lebih lanjut, Adam berharap Kongres IPNU XXI mampu melahirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan kader di seluruh Indonesia. Ia menilai setiap keputusan yang dihasilkan harus memberikan manfaat nyata hingga ke tingkat paling bawah.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin IPNU memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat kaderisasi, merawat akar rumput, dan memastikan organisasi tetap hadir di tengah pelajar,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Adam mengajak seluruh elemen organisasi menjadikan kaderisasi sebagai ruh perjuangan IPNU. Ia optimistis organisasi akan terus berkembang apabila mampu menjaga regenerasi, memperkuat ranting dan komisariat, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi kader untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi bagi masyarakat.***






