Atlet kontingen Kota Tangerang berpose usai memastikan diri menjadi juara umum PEPARPEDA IX Banten 2026 dengan torehan 30 medali, terdiri dari 17 emas, 10 perak, dan 3 perungguKILAS BANTEN – Kontingen Kota Tangerang kembali mengukir prestasi gemilang di ajang Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten Tahun 2026. Berkat penampilan impresif para atlet, Kota Tangerang sukses keluar sebagai juara umum dengan koleksi 30 medali.
Raihan tersebut terdiri atas 17 medali emas, 10 medali perak, dan 3 medali perunggu. Hasil itu sekaligus menegaskan dominasi Kota Tangerang dalam ajang olahraga pelajar disabilitas tingkat Provinsi Banten.
Pencapaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet disabilitas yang selama ini dilakukan secara berkelanjutan. Keberhasilan para atlet juga menunjukkan semangat juang tinggi serta kemampuan bersaing di level provinsi.
Pemerintah Kota Tangerang memastikan akan memberikan penghargaan kepada seluruh atlet yang berhasil meraih medali. Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kerja keras dan dedikasi mereka selama mengikuti pertandingan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengaku bangga atas prestasi yang berhasil dipersembahkan para atlet.
“Sebagai bentuk penghargaan, Pemkot Tangerang memberikan bonus sebesar Rp25 juta bagi atlet peraih medali emas kategori tunggal, Rp10 juta bagi peraih medali perak, dan Rp7,5 juta bagi peraih medali perunggu,” ujar Kaonang, Selasa, 30 Juni 2026.
Pemberian bonus tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi pada kompetisi berikutnya.
Tidak hanya memberikan bonus, Pemerintah Kota Tangerang juga menyiapkan dukungan pendidikan bagi atlet berprestasi.
Atlet yang berhasil meraih medali emas akan memperoleh kesempatan mendapatkan beasiswa kuliah gratis melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Program tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung masa depan atlet, tidak hanya di bidang olahraga tetapi juga pendidikan. Dengan demikian, para atlet memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan karier setelah menyelesaikan masa kompetisi.
Kaonang menegaskan bahwa keberhasilan Kota Tangerang menjadi juara umum tidak diraih secara instan. Prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras para atlet, pelatih, orang tua, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga disabilitas.
Menurutnya, sinergi yang terbangun selama proses pembinaan menjadi faktor penting dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Tangerang di tingkat Provinsi Banten.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kota Tangerang. Terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berjuang dengan penuh semangat dan sportivitas,” tutur Kaonang.
Keberhasilan menjadi juara umum PEPARPEDA IX Banten 2026 diharapkan menjadi momentum bagi Kota Tangerang untuk terus memperkuat pembinaan atlet disabilitas.
Dukungan berupa bonus, beasiswa, dan pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelatih, keluarga, dan masyarakat, prestasi olahraga disabilitas di Kota Tangerang diyakini akan terus berkembang pada masa mendatang.***