Krisis Guru Diantisipasi, Disdik Kota Tangerang Kukuhkan 31 Pejabat Fungsional dan Siapkan TK Negeri di Setiap Kecamatan

Kilas Banten
13 Mei 2026 12:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat sektor pendidikan demi menjaga kualitas layanan belajar di sekolah negeri. Melalui Dinas Pendidikan, pemerintah resmi mengukuhkan 31 pejabat fungsional dalam prosesi yang digelar di Patio Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

 

Pengukuhan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas proses belajar mengajar sekaligus mengantisipasi kekurangan tenaga pendidik akibat banyaknya guru yang memasuki masa pensiun.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar mengatakan seluruh pejabat fungsional yang diundang hadir lengkap dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kesiapan para tenaga pendidik itu menjadi modal penting untuk langsung menjalankan tugas di sekolah masing-masing.

 

“Alhamdulillah, sebanyak 31 orang hadir seluruhnya. Kami berharap mereka dapat segera melanjutkan proses pembelajaran di sekolah masing-masing sesuai surat keputusan yang telah diterbitkan,” ujar Wahyudi, Rabu, 13 Mei 2026.

 

Ia menjelaskan, pengukuhan dilakukan untuk mengisi sejumlah posisi yang kosong setelah beberapa tenaga pendidik memasuki masa purna bakti. Dinas Pendidikan terus melakukan pemetaan kebutuhan guru di berbagai sekolah agar pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal.

 

Menurut Wahyudi, kebutuhan tenaga pengajar di Kota Tangerang terus berubah setiap tahun. Faktor pertambahan jumlah siswa dan guru pensiun menjadi tantangan yang harus segera diantisipasi pemerintah daerah.

 

“Kebutuhan guru selalu ada. Karena itu, kami rutin melakukan pendataan untuk mengetahui sekolah mana yang mengalami kekurangan tenaga pengajar. Setelah data lengkap, kami segera menerbitkan SK agar guru baru bisa langsung bertugas,” katanya.

 

Selain mengukuhkan pejabat fungsional, Dinas Pendidikan Kota Tangerang juga melantik kepala TK Negeri Pembina. Saat ini, Kota Tangerang telah memiliki tiga TK Negeri Pembina yang berada di wilayah Karawaci, Cipondoh, dan Pinang.

 

Keberadaan TK Negeri Pembina dinilai penting untuk memperkuat pendidikan anak usia dini. Pemerintah menilai fase pendidikan sebelum usia enam tahun menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, hingga kecerdasan dasar anak.

 

“Kami ingin kepala TK Negeri benar-benar memberikan pendidikan yang tepat sasaran sesuai tahap perkembangan anak usia dini,” ujar Wahyudi.

 

Pemerintah Kota Tangerang juga menyiapkan rencana jangka panjang dengan menghadirkan minimal satu TK Negeri Pembina di setiap kecamatan. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap kajian dan pemetaan kebutuhan.

 

Langkah itu dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan usia dini yang berkualitas serta terjangkau. Pemerataan layanan pendidikan sejak usia dini menjadi fokus penting pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

 

Menurut Wahyudi, kualitas pendidikan dasar sangat memengaruhi perkembangan anak pada jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, pemerintah ingin memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik sejak usia dini.

 

Selain memperluas akses pendidikan, keberadaan TK Negeri Pembina juga diharapkan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya di Kota Tangerang dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

 

Dinas Pendidikan Kota Tangerang memastikan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui penambahan tenaga pengajar. Pemerintah juga akan terus memperkuat kompetensi guru melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas secara berkala.

 

Pemerintah berharap para tenaga pendidik yang baru dikukuhkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kota Tangerang.

 

Dengan penambahan tenaga fungsional dan rencana pengembangan TK Negeri Pembina, Pemkot Tangerang optimistis kualitas pendidikan akan semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.***