Kepala Disnaker Kota Tangerang saat memberikan pembinaan kepada puluhan LPK swasta guna meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar siap bersaing di dunia industri.KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus bergerak meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di tengah ketatnya dunia kerja. Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah pembinaan terhadap puluhan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta agar lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan industri.
Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Pemkot Tangerang menggelar pembinaan bagi 20 LPK swasta di Kota Tangerang. Program tersebut menjadi strategi penting pemerintah daerah dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan siap masuk dunia kerja.
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan menegaskan, pembinaan dilakukan agar setiap lembaga pelatihan memiliki standar kurikulum yang relevan dengan kebutuhan perusahaan saat ini.
“Kami ingin memastikan LPK bukan hanya tempat pelatihan biasa, tetapi menjadi mitra pemerintah dalam mencetak SDM berkualitas dan siap kerja,” ujar Ujang, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, kualitas pelatihan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Karena itu, Disnaker mendorong seluruh LPK untuk memiliki kurikulum yang terukur dan sesuai perkembangan industri modern.
Ia menjelaskan, dunia kerja saat ini berubah sangat cepat. Kemajuan teknologi dan transformasi industri memaksa lembaga pelatihan untuk terus beradaptasi agar tidak tertinggal.
Pemkot Tangerang menilai lulusan pelatihan kerja tidak cukup hanya memahami teori. Peserta pelatihan juga harus memiliki kemampuan praktik yang sesuai kebutuhan di lapangan.
“Materi pelatihan harus sinkron dengan kebutuhan riil di pabrik maupun perkantoran. Kami tidak ingin ada jarak antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan,” katanya.
Karena itu, Disnaker Kota Tangerang meminta seluruh LPK rutin memperbarui materi pembelajaran, metode pelatihan, hingga fasilitas pendukung agar kualitas lulusan tetap relevan dengan perkembangan dunia industri.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya tawar tenaga kerja lokal di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif. Terlebih, Kota Tangerang dikenal sebagai salah satu kawasan penyangga industri dan bisnis di wilayah Jabodetabek.
Kondisi itu membuat kebutuhan tenaga kerja terampil terus meningkat setiap tahun. Perusahaan kini tidak hanya mencari pekerja dengan ijazah formal, tetapi juga tenaga kerja yang memiliki kompetensi spesifik dan siap terjun ke lapangan.
Pemkot Tangerang melihat sinkronisasi antara lembaga pelatihan dan kebutuhan industri menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran. Dengan pelatihan yang tepat sasaran, peluang lulusan untuk terserap dunia kerja akan semakin besar.
Selain itu, pembinaan terhadap LPK juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Disnaker berharap LPK swasta dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak tenaga kerja profesional, disiplin, dan memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui perusahaan.
Pemerintah juga optimistis penguatan standar pelatihan akan memberikan dampak positif terhadap kualitas tenaga kerja di Kota Tangerang. Lulusan LPK diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki nilai tambah yang mampu menarik minat perusahaan.
Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, peningkatan kualitas SDM menjadi langkah penting agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Pemkot Tangerang ingin memastikan tenaga kerja lokal mampu menjadi pilihan utama dunia usaha dan industri.***