Pemkot Serang Muharram 1448 HKILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memperkuat pelayanan sosial kepada masyarakat melalui penyaluran 600 paket bantuan kepada anak yatim dan warga sekitar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap melalui enam kecamatan di Kota Serang serta sejumlah lokasi lain yang telah ditetapkan agar dapat diterima oleh masyarakat yang telah terdata.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Serang, Tatang Taufik Rohman, mengatakan penyerahan bantuan pada kegiatan peringatan 1 Muharram dilakukan secara simbolis. Selanjutnya, seluruh paket bantuan akan didistribusikan oleh masing-masing kecamatan.
“Ada 600 paket. Yang tadi dibagikan itu simbolis karena waktunya berbarengan dengan acara resmi. Selanjutnya bantuan ini akan dibagikan oleh pimpinan masing-masing kecamatan,” kata Tatang.
Ia menjelaskan, setiap kecamatan menerima 50 paket bantuan untuk disalurkan kepada anak yatim yang telah terdata.
Selain itu, sekitar 150 paket juga dialokasikan bagi warga di RT Hauzan dan RT Bogeg yang berada di sekitar kawasan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang.
Adapun sisa paket bantuan akan disalurkan pada sejumlah agenda lainnya, seperti di Laznas, Kepandean, dan beberapa lokasi lain yang telah dijadwalkan. Seluruh bantuan tersebut telah diprogramkan sebelumnya.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, meliputi beras, minyak goreng, dan mi instan.
Menurut Tatang, mekanisme penyaluran melalui kecamatan dipilih agar bantuan lebih tepat sasaran karena data penerima telah dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Serang.
“Anak yatimnya sudah terdata di BAZNAS, DMI, dan Bagian Kesra. Kalau dibagikan di sini semua, takut ada yang terlewat. Nanti di camat masing-masing yang akan menyalurkan,” ujarnya, Kamis 25 Juni 2026.
Ia menambahkan, program penyaluran bantuan pada momentum Tahun Baru Islam ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan sosial kepada masyarakat sekaligus memperluas jangkauan penerima manfaat.
Tatang juga menjelaskan bahwa sumber pendanaan bantuan berasal dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Tahun kemarin malah tidak ada. Ini sumber dananya dari zakat para Pegawai Negeri Sipil (PNS), bukan dari APBD,” katanya.
Ia berharap sinergi antara Pemkot Serang, BAZNAS, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta berbagai pihak terkait dapat terus memperkuat penyaluran bantuan sosial sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.