Tim robotik SMP PGRI 2 Ciledug menunjukkan piala dan penghargaan usai meraih juara nasional dalam kompetisi Robot for Mission 2026 di Bandung.KILAS BANTEN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Tangerang di tingkat nasional. Tim robotik SMP PGRI 2 Ciledug sukses mencuri perhatian dalam ajang Robot for Mission (R4M) tingkat nasional yang digelar di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Dalam kompetisi bergengsi tersebut, para siswa berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan dan mengharumkan nama Kota Tangerang di bidang teknologi dan inovasi.
Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan teknologi modern. Tim robotik SMP PGRI 2 Ciledug bahkan mampu tampil unggul melawan peserta dari berbagai kota besar di Indonesia.
Tim pertama yang terdiri dari Muhammad Rizki Hamizan, Christian, Affan Alfarizi, dan Abisali Farras Nizam berhasil meraih juara 2 kategori Robotik R4M tingkat nasional.
Prestasi juga diraih tim kedua yang beranggotakan Daffa Azka Fadhillah, Dyas Putra Ramadhan, I Made Suendra Vidhyanoe, dan Revino Gerald Danadyaksa. Mereka sukses membawa pulang juara 3 sekaligus meraih penghargaan Tim Terfavorit.
Tidak berhenti di situ, prestasi kembali ditorehkan pada kategori Robotik Greenmech tingkat nasional. Tim yang diperkuat Argha Radhika Athariz, Bilal Firas Setiyawan, Dimas Adrian Nugraha, dan Mirza Zain Lubis berhasil meraih juara 2.
Keberhasilan tersebut disambut bangga oleh pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat Kota Tangerang. Kompetisi robotik nasional itu dinilai menjadi ajang penting untuk mengasah kreativitas, kemampuan teknologi, dan kerja sama tim para siswa.
Salah satu anggota tim, Dyas Putra Ramadhan, mengaku perjalanan menuju podium juara tidak berjalan mudah. Ia mengatakan rasa gugup sempat muncul saat harus menghadapi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Awalnya pasti grogi. Tapi kami saling mendukung dan akhirnya bisa tampil maksimal,” ujar Dyas, Jumat, 15 Mei 2026.
Di balik keberhasilan itu, para siswa ternyata menghadirkan inovasi robot yang terinspirasi dari sistem kerja forklift. Robot tersebut dirancang untuk membantu proses pengangkutan barang, khususnya pada sektor pertanian dan industri ringan.
Salah satu robot yang dibuat memiliki kemampuan memindahkan benda-benda kecil seperti hasil panen dan tanaman. Sementara robot lainnya dirancang untuk membantu mengangkat barang dengan kapasitas lebih besar.
“Kita juga ada robot lainnya, yang memiliki fungsi mengangkat barang atau mesin yang lebih besar,” katanya.
Menurut Dyas, teknologi yang mereka buat tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan lomba semata. Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Robot bukan sekadar alat lomba. Teknologi yang dibuat diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaan manusia dan memberikan solusi sederhana dalam aktivitas sehari-hari,” lanjutnya.
Prestasi ini juga menunjukkan minat pelajar terhadap dunia robotik dan teknologi digital terus berkembang. Di era modern, kemampuan di bidang teknologi dinilai menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dipersiapkan sejak dini.
Kepala SMP PGRI 2 Ciledug, Marsono, memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dan para pembina tim robotik.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi motivasi besar bagi sekolah untuk terus mendukung pengembangan bakat siswa, khususnya di bidang teknologi dan inovasi.
Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi nasional menjadi modal penting bagi siswa untuk menghadapi persaingan yang lebih besar di masa depan.
“Persiapan mulai dilakukan, mulai dari penyempurnaan desain robot, peningkatan efisiensi alat, hingga memperkuat mental dan kekompakan tim,” ujar Marsono.
Saat ini, tim robotik SMP PGRI 2 Ciledug mulai menatap tantangan baru di tingkat internasional. Sekolah berharap para siswa mampu kembali membawa nama baik Kota Tangerang dan Indonesia dalam ajang global.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda daerah memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi modern apabila mendapat dukungan dan pembinaan yang tepat.***