Proyek Sky Bridge Batuceper–Poris Plawad Dimulai, Siap Ubah Wajah Transportasi Kota Tangerang

Kilas Banten
16 Jun 2026 09:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Kota Tangerang bersiap memasuki babak baru dalam sistem transportasi publiknya. Pemerintah Kota Tangerang memastikan pembangunan sky bridge yang menghubungkan Stasiun Batuceper dengan Terminal Poris Plawad segera direalisasikan. Proyek ini menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Poris Plawad yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

 

Proyek sky bridge ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antarmoda transportasi di Kota Tangerang. Pemerintah ingin memastikan perpindahan penumpang dari kereta ke bus berjalan lebih cepat, aman, dan nyaman. Dengan adanya infrastruktur ini, mobilitas warga diharapkan semakin efisien dan tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi.

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh proyek strategis tersebut. Saat ini, pemerintah tengah mempersiapkan proses administrasi dan kerja sama lintas lembaga.

 

“Kami mendukung penuh rencana pembangunan jembatan penyeberangan orang di Stasiun Batuceper nanti. Adapun Memorandum of Understanding (MoU) akan diteken dalam waktu dekat. Kami tinggal menyiapkan penganggaran dan melaksanakan sesuai dengan kewenangan sebagai pemerintah daerah mulai tahun depan,” ujar Yeti, Selasa (16/06/2026).

 

Selain sky bridge, Pemkot Tangerang juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di kawasan TOD Poris Plawad. Pemerintah akan membangun area park and ride untuk kendaraan pribadi. Jalur pedestrian di sepanjang Jalan Benteng Betawi juga akan ditata ulang agar lebih ramah pejalan kaki.

 

Langkah ini diambil untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik. Akses yang lebih mudah diharapkan membuat warga tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi yang menyebabkan kepadatan lalu lintas.

 

Yeti juga menjelaskan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan. Pemerintah Kota Tangerang mempercepat penyusunan skema kerja sama agar proyek berjalan sesuai rencana. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama dalam proyek berskala besar ini.

 

“Kami sudah menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak dengan harapan MoU bisa disusun pada tahun 2026 ini. Sejalan dengan proses penguatan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia dan Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) yang sudah mulai berjalan,” tambahnya.

 

Dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui Kementerian PPN/Bappenas. Lembaga tersebut menilai proyek sky bridge memiliki nilai strategis dalam memperkuat konektivitas transportasi perkotaan.

 

Integrasi antara stasiun kereta dan terminal bus dinilai mampu memperlancar perpindahan penumpang antarmoda. Selain itu, konsep ini juga berpotensi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menekan kemacetan di Kota Tangerang.

 

Pengembangan kawasan TOD Poris Plawad menjadi strategi besar Pemkot Tangerang dalam menciptakan sistem transportasi modern yang terintegrasi. Kawasan ini dirancang agar masyarakat dapat mengakses berbagai moda transportasi dalam satu titik layanan.

 

Jika berjalan sesuai rencana, sky bridge Batuceper–Poris Plawad akan menjadi tonggak penting transformasi transportasi Kota Tangerang. Proyek ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga perubahan pola mobilitas masyarakat menuju sistem transportasi yang lebih berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan.***