Sapi Kurban Raksasa 1,2 Ton dari Prabowo Sapa Warga Tangerang, Ribuan Penerima Manfaat Siap Nikmati Daging Kurban

Kilas Banten
30 Mei 2026 06:00
Banten 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di kawasan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, berlangsung semakin semarak setelah hadirnya bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto. Hewan kurban berbobot sekitar 1,2 ton itu menjadi pusat perhatian warga karena ukurannya yang jauh lebih besar dibanding sapi kurban pada umumnya.

 

Sapi kurban tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni kepada Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Mubarok Kreo, Mahfud, usai pelaksanaan Salat Idul Adha.

 

Kehadiran bantuan dari Presiden RI itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga menilai bantuan tersebut bukan sekadar simbol kepedulian pemerintah, melainkan juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang pembagian daging kurban.

 

Dalam prosesi penyerahan, Andra Soni meminta panitia kurban dan pengurus masjid memastikan pendistribusian daging dilakukan secara tertib, merata, dan tepat sasaran. Menurutnya, semangat utama ibadah kurban adalah berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

“Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang sudah memberikan bantuan hewan kurban sapi kepada masyarakat Banten,” ujar Andra Soni, Sabtu, 30 Mei 2026.

 

Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat daerah dalam momentum Idul Adha yang sarat dengan nilai kebersamaan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.

 

Menurut Andra Soni, daging kurban harus dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaat dan nilai ibadah kurban bisa dirasakan lebih luas. Karena itu, proses distribusi menjadi bagian penting yang harus dijalankan dengan baik oleh panitia.

 

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kecamatan Larangan. Camat Larangan, Nasrullah, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya.

 

Ia memastikan amanah tersebut akan dijalankan secara maksimal bersama panitia kurban dan pengurus Masjid Al Mubarok. Tujuannya agar pembagian daging berlangsung adil dan mampu menjangkau lebih banyak warga.

 

Nasrullah menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan kurban. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memberikan dampak sosial yang lebih besar bagi masyarakat.

 

Antusiasme warga terlihat sejak sapi kurban bantuan Presiden tiba di lokasi. Banyak warga yang datang untuk melihat langsung hewan berbobot lebih dari satu ton tersebut. Mereka berharap jumlah daging yang dihasilkan dapat memberikan manfaat kepada lebih banyak keluarga dibandingkan sapi kurban berukuran biasa.

 

Salah seorang warga, Purwanti (42), mengaku gembira atas bantuan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Banten Andra Soni.

“Alhamdulillah. Senang, gembira,” kata Purwanti.

 

Ia berharap keberadaan sapi kurban berukuran jumbo tersebut dapat memperluas jumlah penerima manfaat, khususnya masyarakat kurang mampu dan kaum duafa yang setiap tahun menantikan pembagian daging kurban saat Idul Adha.

 

Menurutnya, semakin banyak hewan kurban yang disembelih, semakin besar pula peluang masyarakat untuk menikmati daging kurban bersama keluarga.

 

“Akan semakin banyak masyarakat yang menikmati daging kurban. Semoga berkah, semoga makin sukses untuk Pak Prabowo dan Pak Gubernur Andra Soni,” ujarnya.

 

Penyerahan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo ini menjadi salah satu momen yang menyita perhatian dalam perayaan Idul Adha di Kota Tangerang. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, bantuan tersebut juga memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi esensi utama Hari Raya Kurban.

 

Dengan bobot mencapai 1,2 ton, sapi kurban tersebut diperkirakan mampu menghasilkan daging dalam jumlah besar. Kehadirannya tidak hanya membawa kebahagiaan bagi warga penerima manfaat, tetapi juga menjadi simbol kepedulian sosial yang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan keagamaan yang penuh makna.***