Satgas MBG Tangsel Diperkuat, Pemkot Libatkan UMKM dan Pelaku Usaha Lokal Demi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Kilas Banten
16 Jun 2026 06:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG agar pelaksanaan program nasional itu berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memiliki sistem pengawasan yang semakin kuat.

 

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, usai memimpin rapat koordinasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Lengkong, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan.

 

Rapat itu membahas berbagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis. Pembahasan meliputi penguatan sistem pengawasan, kesiapan rantai pasok bahan baku, hingga penyempurnaan aspek legalitas dapur yang menjadi bagian penting dalam operasional program.

 

Bambang menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebenarnya telah membentuk Satgas Percepatan MBG sejak akhir 2025 sebagai tindak lanjut atas berbagai regulasi pemerintah pusat. Kini, pemerintah mulai mengoptimalkan seluruh fungsi satgas agar setiap tugas yang telah dirancang dapat berjalan secara maksimal.

 

“Pada akhir tahun 2025, kita sudah memiliki Satgas Percepatan MBG yang merupakan implementasi berbagai regulasi di atasnya. Kini, berbagai hal yang sebelumnya telah dibentuk tersebut coba kita konkretkan dan fungsikan secara maksimal, salah satunya melalui rapat pengawasan hari ini,” ujar Bambang, Selasa (16/6/2026).

 

Menurutnya, penguatan satgas tidak hanya difokuskan pada pengawasan distribusi makanan kepada para penerima manfaat. Pemerintah daerah juga memberi perhatian besar terhadap ketersediaan bahan baku agar seluruh dapur MBG mampu beroperasi secara berkelanjutan tanpa mengalami kendala pasokan.

 

Karena itu, Pemkot Tangerang Selatan mendorong seluruh kebutuhan bahan baku dipenuhi oleh pelaku usaha lokal. Petani, peternak, nelayan, pemasok pangan, hingga pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis.

 

Langkah tersebut dinilai mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga diharapkan menjadi penggerak roda perekonomian daerah melalui meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi bahan pangan di dalam wilayah Tangerang Selatan.

 

Bambang menilai keterlibatan pelaku usaha lokal akan menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat. Perputaran transaksi di daerah diyakini mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

 

“Karena salah satu tujuan program ini yang kami yakini adalah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan. Melalui program ini, kami berharap perputaran ekonomi juga terjadi di daerah. Ekosistem rantai pasok bahan bakunya harus berasal dari Tangsel,” katanya.

 

Selain membahas rantai pasok, pemerintah juga mengevaluasi kesiapan legalitas dapur SPPG yang saat ini mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi dilakukan agar seluruh fasilitas memenuhi ketentuan yang berlaku tanpa menghambat pelayanan kepada masyarakat.

 

Menurut Bambang, seluruh pihak yang terlibat perlu memiliki persepsi yang sama terkait proses penyempurnaan legalitas tersebut. Pemerintah ingin memastikan seluruh tahapan berjalan seiring dengan pelayanan kepada masyarakat sehingga penerima manfaat tetap memperoleh layanan secara optimal.

 

“Apakah aspek legalitas ini perlu kita benahi terlebih dahulu atau dapat berjalan beriringan sambil tetap memastikan layanan kepada penerima manfaat tidak terganggu. Ini yang harus kita sepakati bersama,” tegasnya.

 

Melalui penguatan Satgas Percepatan MBG, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, mulai dari pengawasan, distribusi, hingga pemenuhan kebutuhan bahan baku. Di sisi lain, keterlibatan pelaku usaha lokal diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan sinergi antara pemerintah, SPPG, dan pelaku usaha lokal, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang Selatan.***