Situ Bulakan Dikeruk Total, Pemkot Tangerang Kebut Normalisasi demi Cegah Banjir Besar di Periuk

Kilas Banten
13 Mei 2026 17:30
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang mulai mempercepat langkah antisipasi banjir di wilayah Kecamatan Periuk dan sekitarnya. Salah satu upaya yang kini dilakukan ialah mendukung penuh proses normalisasi Situ Bulakan yang sedang dikerjakan Pemerintah Provinsi Banten.

 

Normalisasi dilakukan melalui pengerukan lumpur dan pembersihan saluran air untuk meningkatkan kapasitas tampung Situ Bulakan saat musim hujan. Langkah tersebut dinilai penting karena kawasan Periuk menjadi salah satu wilayah rawan genangan ketika curah hujan tinggi mengguyur Kota Tangerang.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni mengatakan, pemerintah telah menurunkan alat berat guna mempercepat pengerukan sedimentasi di area situ.

 

Menurutnya, pengerjaan normalisasi sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir dengan fokus utama pada pengerukan lumpur sedalam satu meter serta pembersihan saluran masuk dan keluar air.

 

“Kami sudah melakukan pemantauan untuk melihat langsung upaya normalisasi yang sedang berjalan di Situ Bulakan. Sudah berjalan dari beberapa hari kemarin, normalisasi berfokus pada pengerukan lumpur sedalam satu meter termasuk juga pembersihan saluran masuk dan keluar agar distribusi air tetap terkendali terutama ketika curah hujan tinggi,” ujar Taufik, Rabu, 13 Mei 2026.

 

Normalisasi Situ Bulakan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir di Kota Tangerang. Selama ini, sedimentasi lumpur dinilai menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kapasitas tampung air di situ tersebut.

 

Jika kondisi itu dibiarkan, risiko luapan air ke permukiman warga akan semakin besar ketika hujan deras terjadi dalam waktu lama. Karena itu, pengerukan lumpur dilakukan untuk mengembalikan fungsi Situ Bulakan sebagai penampung air sekaligus pengendali banjir alami di wilayah Periuk.

 

Selain pengerukan sedimentasi, petugas juga membersihkan saluran air agar aliran tetap lancar dan tidak tersumbat sampah maupun endapan lumpur. Pemerintah menilai kelancaran distribusi air sangat penting untuk mencegah genangan di kawasan permukiman.

 

Taufik menjelaskan, proses normalisasi ditargetkan selesai dalam waktu 20 hari ke depan. Pemerintah berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan maksimal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat sekitar.

 

“Kami berharap upaya normalisasi ini berjalan lancar sesuai dengan target yang ditentukan yakni selama 20 hari ke depan terus dilakukan secara maksimal,” katanya.

 

Upaya pengendalian banjir di Kota Tangerang sendiri terus dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pemerintah daerah juga melakukan normalisasi di sejumlah kali dan saluran drainase yang berada di titik rawan genangan.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Tangerang untuk meminimalkan dampak banjir saat musim hujan. Pemerintah ingin memastikan sistem drainase dan kawasan penampungan air mampu berfungsi optimal ketika intensitas hujan meningkat.

 

Selain fokus pada proyek normalisasi, Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran warga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pengendalian banjir.

 

Masyarakat diminta tidak membuang sampah ke saluran air maupun area situ karena dapat memicu penyumbatan dan mempercepat sedimentasi lumpur.

 

Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah dan warga mampu menciptakan sistem pengendalian banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan.

 

Dengan proses normalisasi Situ Bulakan yang kini terus berjalan, Pemkot Tangerang optimistis risiko banjir dan genangan di wilayah Periuk dapat ditekan, terutama saat curah hujan tinggi melanda dalam beberapa bulan ke depan.***