KH Komaruddin usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua FKUB Kabupaten Serang dalam rapat restrukturisasi kepengurusan di Setda Kabupaten Serang, Rabu, 31 Desember 2025KILAS BANTEN – Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB Kabupaten Serang resmi memiliki ketua baru. KH Komaruddin terpilih secara aklamasi untuk menakhodai FKUB Kabupaten Serang. Penetapan itu berlangsung dalam rapat pembahasan rekomendasi restrukturisasi kepengurusan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Serang, Rabu, 31 Desember 2025. Rapat digelar di Ruang Rapat KH Syam’un, Sekretariat Daerah Kabupaten Serang.
Rapat tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan FKUB sebagai lembaga strategis dalam menjaga harmoni kehidupan beragama. Pemerintah Kabupaten Serang memfasilitasi forum ini sebagai tindak lanjut dari rekomendasi restrukturisasi kepengurusan FKUB yang melibatkan berbagai unsur dan organisasi keagamaan. Konsolidasi ini dinilai krusial agar FKUB tetap adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat.
Usai ditetapkan sebagai ketua, KH Komaruddin menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi kuat dengan Pemerintah Kabupaten Serang. Ia menilai hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan para alim ulama menjadi fondasi utama dalam membangun daerah yang maju dan berkeadaban.
“Sinergi dengan pemerintah daerah itu sudah pasti. FKUB adalah mitra strategis. Pemerintah daerah dan alim ulama merupakan satu kekuatan pondasi untuk memajukan Kabupaten Serang agar lebih baik dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat,” kata KH Komaruddin dalam forum tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi keagamaan. Menurutnya, kerja bersama antarumat dan antarorganisasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial. Salah satu bentuk kolaborasi itu, kata dia, akan terus dibangun bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Serang yang dipimpin KH Muhammad Robi.
“Tujuan kita jelas. Kita ingin menjadikan Kabupaten Serang sebagai daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Daerah yang damai, sejuk, dan dirahmati,” ujarnya.
KH Komaruddin menyatakan siap memikul amanah sebagai Ketua FKUB Kabupaten Serang. Ia berjanji menjalankan tugas secara kolektif bersama seluruh pengurus dan mitra lintas agama. Ia ingin FKUB hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh umat beragama, dengan mengedepankan dialog, toleransi, dan pendekatan yang humanis.
Dalam rapat tersebut, seluruh unsur umat beragama hadir secara lengkap. Perwakilan dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu mengikuti proses pembahasan hingga penetapan ketua. Kehadiran lintas agama ini dinilai sebagai sinyal kuat komitmen bersama untuk merawat kerukunan dan persatuan di Kabupaten Serang.
Menanggapi potensi gesekan antarumat, KH Komaruddin menegaskan bahwa menjaga toleransi bukan hanya tugas FKUB, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. FKUB, kata dia, akan berperan sebagai penghubung dan pengayom dalam menyelesaikan persoalan sosial yang berkaitan dengan kehidupan beragama.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Serang terus konsisten dalam mengawal dan mengayomi organisasi keagamaan. Dukungan pemerintah dinilai sangat menentukan agar FKUB dapat bekerja secara optimal di tengah kompleksitas dan dinamika sosial masyarakat.
“Tugas menjaga kerukunan ini adalah tugas kita bersama. FKUB akan menjadi penggerak, bersama NU, Muhammadiyah, dan organisasi keagamaan lainnya. Kita ingin semua umat merasa sebagai satu saudara,” tegas KH Komaruddin yang akrab disapa Ki Jangkrik Kalung.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Serang, KH Muhammad Robi, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya KH Komaruddin. Ia menilai sosok Ki Jangkrik memiliki keunikan dalam membangun komunikasi lintas umat dan lintas kepentingan.
“Beliau dikenal dengan pendekatan yang humoris, santun, dan dakwah yang menyejukkan. Meski aktivitasnya padat, beliau bersedia mengisi posisi strategis ini karena kecintaan pada kerukunan dan nasionalisme,” ujar KH Muhammad Robi.
Ia optimistis kepemimpinan KH Komaruddin akan membawa warna baru bagi FKUB Kabupaten Serang. Pendekatan yang inklusif dan dialogis diyakini mampu memperkuat toleransi di tengah kemajemukan masyarakat.
“Ini terobosan baru. Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, saya yakin kerukunan umat beragama di Kabupaten Serang akan semakin kuat,” pungkasnya.