TP PKK Kota Tangerang Borong Inspirasi UMKM di APEKSI 2026, Siap Gaspol Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Kilas Banten
2 Jul 2026 12:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – TP PKK Kota Tangerang memanfaatkan ajang APEKSI Ladies Program 2026 sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai inovasi yang ditampilkan selama kegiatan menjadi referensi penting untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya di Kota Tangerang.

 

Kegiatan yang menjadi bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tersebut berlangsung di Gedung Warenhuis, Kota Medan. Lokasi bersejarah itu dipilih sebagai simbol pelestarian warisan budaya sekaligus contoh keberhasilan revitalisasi kawasan heritage yang kini berkembang menjadi ruang promosi ekonomi kreatif.

 

APEKSI Ladies Program diikuti ratusan istri wali kota dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran delegasi TP PKK Kota Tangerang tidak hanya untuk mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga mempelajari berbagai strategi pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, serta pengembangan UMKM yang telah diterapkan di sejumlah daerah.

 

Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, mengatakan pemilihan Gedung Warenhuis memiliki makna khusus karena bangunan tersebut menjadi salah satu ikon sejarah yang kini kembali dihidupkan sebagai pusat kegiatan kreatif.

 

“APEKSI Ladies Program tahun ini sengaja dipusatkan di Gedung Warenhuis untuk mengenalkan nilai sejarah sekaligus memperlihatkan geliat revitalisasi cagar budaya Medan kepada seluruh tamu nasional,” ujar Airin, Kamis (2/7/2026).

 

Selain mengenalkan bangunan bersejarah, panitia menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya, pameran wastra Nusantara, kuliner khas daerah, hingga produk kerajinan tangan hasil karya pelaku UMKM lokal. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta dapat melihat secara langsung potensi ekonomi kreatif yang berkembang di Kota Medan.

 

Airin menjelaskan promosi budaya dan pengembangan produk lokal harus berjalan beriringan agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

“Kami ingin mengenalkan kekayaan Kota Medan secara utuh, mulai dari keindahan industri wastra, cita rasa kuliner legendaris, hingga keunikan produk kerajinan tangan hasil kreativitas para perajin lokal,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Tangerang, Masturoh Sachrudin, mengapresiasi konsep kegiatan yang menggabungkan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, program tersebut menjadi sarana belajar yang memberikan banyak inspirasi untuk diterapkan di Kota Tangerang.

 

Ia menilai pameran UMKM, produk wastra, dan kerajinan khas daerah menghadirkan banyak ide baru yang dapat memperkuat pembinaan kader PKK sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro di Kota Tangerang.

 

“Kegiatan ini menjadi ruang studi banding yang sangat inspiratif. Kami di TP PKK Kota Tangerang akan terus mendorong pelaku usaha mikro agar lebih inovatif memanfaatkan platform digital, namun tetap menjaga identitas budaya lokal agar produk kita semakin berdaya saing,” ujar Masturoh.

 

Menurutnya, transformasi digital menjadi langkah penting bagi UMKM untuk memperluas pasar. Namun, penggunaan teknologi harus tetap dibarengi dengan upaya menjaga nilai budaya yang menjadi ciri khas setiap daerah. Identitas lokal dinilai mampu memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.

 

Masturoh juga berharap APEKSI Ladies Program terus menjadi wadah berbagi pengalaman antarwilayah dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif. Melalui kolaborasi tersebut, setiap daerah dapat saling bertukar praktik terbaik untuk memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.

 

Ia menegaskan TP PKK Kota Tangerang akan membawa pulang berbagai pengalaman, inovasi, dan strategi yang diperoleh selama mengikuti kegiatan. Seluruh inspirasi tersebut akan menjadi bahan pengembangan program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam memperkuat UMKM berbasis komunitas yang tetap mengedepankan nilai budaya lokal.

 

“Melalui partisipasi aktif ini, TP PKK Kota Tangerang berkomitmen untuk membawa pulang pengalaman dan ide-ide positif guna terus menggerakkan roda ekonomi kreatif berbasis komunitas dan budaya di Kota Tangerang,” tutup Masturoh.***